Kebutuhan Meningkat, PMI Tuba Jemput Bola Gelar Donor Darah
Juan Situmeang
RILISID, — Kebutuhan darah masih cukup tinggi di wilayah Kabupaten Mesuji, Tulangbawang dan Tulangbawang Barat. Kondisi itu membuat Palang Merah Indonesia (PMI) setempat bergerak mencari pendonor untuk memenuhi kebutuhan darah bagi pasien yang membutuhkan.
Salah satunya seperti kegiatan yang digelar di Gereja GPdI Elshadai Simpangmesuji, Kecamatan Simpangpematang, Selasa (25/5/2021). Tim PMI Tuba dipimpin dr. Rika Yuliza melakukan pengambilan darah dari para pendonor di wilayah tersebut.
Sejak dimulai pukul 10.00 WIB, beberapa pendonor mulai berdatangan untuk menyumbangkan darahnya bagi kebutuhan stok PMI. Meski diumumkan hanya melalui pesan singkat sampai pukul 12.00 WIB, peserta sudah mencapai 11 orang.
Dari jumlah tersebut jenis golongan darah yang paling bayak didapat adalah golongan darah A. Kemudian jenis golongan darah B.
“Kebutuhan darah sangat tinggi di wilayah kerja PMI Tuba yang meliputi Tulangbawang, Mesuji dan Tulangbawang Barat. Dalam dua pekan kebutuhan darah bisa mencapai 200 kantong. Kadang malah kurang. Satu bulan permintaan bisa mencapai 500 kantong, itu hanya untuk memenuhi permintaan dari Tulangbawang saja. Karena, ada tiga rumah sakit besar rujukan di wilayah ini, yakni RSUD Menggala, RS. Mutiara Bunda dan RS. Penawartama,” jelas dr. Rika.
Untuk itu, pihaknya terus melakukan upaya agar stok darah bisa tercukupi. Salah satunya mendatangi komunitas dan tempat ibadah yang bersedia diadakan donor darah.
“Kesulitan kita karena pandemi covid-19, sehingga kegiatan sosial tidak bisa dilakukan. Biasanya banyak acara donor darah dari komunitas, tapi sekarang tidak ada,” terangnya.
Leo Situmeang (43), warga Simpangmesuji pemilik golongan darah A mengatakan baru kali ini mengikuti donor darah.
“Baru pertama kali. Mudah-mudahan bisa membatu orang yang membutuhkan,” ujarnya.
Menurut Gembala Sidang GPdI Elshadai Simpangmesuji Pdt. Hayati Legi, pihaknya hanya membuka tempat untuk dilakukan donor darah. Sementara pesertanya, kata Hayati, berasal dari warga lingkungan sekitar.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
