HET Gas Melon Rp18 Ribu, Faktanya Tembus Rp28 Ribu

Isti Febri Wantika

Isti Febri Wantika

Lampung Utara

27 Januari 2020 12:00 WIB
Humaniora | Rilis ID
Tabung gas elpiji 3 kilogram di warung milik Rosidin. FOTO: RILISIDLAMPUNG/ Isti
Rilis ID
Tabung gas elpiji 3 kilogram di warung milik Rosidin. FOTO: RILISIDLAMPUNG/ Isti

RILISID, Lampung Utara — Hasil kesepakatan Pemprov Lampung dengan PT Pertamina dan Hiswana Migas, harga eceran tertinggi (HET) gas elpiji 3 kilogram (kg) adalah Rp18 ribu.

Namun faktanya, pengecer tetap saja menjual melebihi HET. Hal ini dipicu harga jual yang juga melebihi ketentuan dari agen.

Di Kecamatan Kotabumi Selatan misalnya. Pemasok gas elpiji 3 kg menjual ke pengecer antara Rp19-20 ribu per tabung.

Hal itu menyebabkan harga di tingkat eceran menjadi Rp23 ribu, bahkan ada yang menjual Rp28 ribu per tabung.

Seperti disampaikan Rosidin warga Kelurahan Tanjung Harapan Kecamatan Kotabumi Selatan.

"Gas melon saya jual Rp23 ribu per tabung. Karena di agen saya membeli sudah Rp19 ribu,” katanya kepada awak media ini, Minggu (26/1/2020).

Dia mengaku tidak mengetahui jika HET yang ditetapkan pada akhir tahun lalu untuk elpiji 3 kg adalah Rp18 ribu per tabung.

"Saya memesan melalui agen dengan cara pesan antar. Dan, dari awal dulu, saya juga tidak pernah melihat ada papan informasi yang tertera di kios penjualannya," ungkap Rosidin.

Sementara itu, Aan, warga setempat mengatakan jika dirinya membeli gas elpijo ukuran 3 kg di warung Rp28 ribu.

Menurut dia, harga gas elpiji tabung melon tersebut selama ini memang tidak pernah berada di bawah Rp20 ribu. (*)

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: gueade
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya