Komnas HAM Minta Kompensasi untuk Keluarga Polisi Gugur saat Gerebek Sabung Ayam
Gueade
Way Kanan
RILISID, Way Kanan — Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI meminta keluarga tiga almarhum polisi --yang gugur saat menggerebek sabung ayam di Way Kanan, diberi kompensasi dan restitusi.
Komnas HAM menyampaikan hal ini saat melakukan investigasi kasus di Polsek Negara Batin, Way Kanan, Kamis (10/4/2025).
Diketahui, tiga polisi yang gugur karena ditembak oknum TNI itu adalah Kapolsek Negara Batin AKP (Anumerta) Lusiyanto.
Lalu, Bhabinkamtibmas Polsek Negara Batin Aipda (Anumerta) Petrus Apriyanto, dan personel Satreskrim Polres Way Kanan Briptu (Anumerta) M Ghalib Surya Ganta.
Komisioner Pemantauan dan Pengawasan Komnas HAM RI, Uli Parulian Sihombing, menyampaikan kedatangan tim untuk melihat langsung lokasi penembakan.
"Kami menggali fakta-fakta di lokasi dengan koordinasi bersama Polda Lampung, Polres Way Kanan, Polsek Negara Batin, dan kuasa hukum para korban," paparnya.
Di lokasi, Komnas HAM RI mengumpulkan bukti-bukti, melakukan konfirmasi beberapa fakta termasuk lokasi korban ditembak, dan menelusuri Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Uli menerangkan, Komnas HAM juga meminta keterangan ke berbagai pihak mulai dari Polda Lampung, Polres Way Kanan, dan tim medis RS Bhayangkara Polda Lampung yang melakukan autopsi pada jenazah korban.
"Tentunya, kami juga melakukan pendalaman informasi bersama pihak keluarga korban mengenai kronologis peristiwa. Komnas HAM RI ingin memastikan proses penegakan hukum berjalan dengan baik," ungkapnya.
Komnas HAM meminta proses kasus ini berjalan ADIL dan transparan. Selain itu ada upaya pemulihan trauma terhadap keluarga korban.
Sabung ayam
judi
way kanan
Komnas HAM
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
