Begini Kronologis Perampokan di Rumah Thomas Riska Pemilik Wisata Tegal Mas
Tampan Fernando
Bandar Lampung
Karena masih diikuti, Dafa dan Raja langsung tancap gas, tapi ternyata si pelaku tetap mengikuti sampai masuk ke halaman parkir. Setelah itu Dafa pun turun dan menanyakan siapa si pelaku.
“Kita masuk ke dalam parkir, dia ikutan parkir. Terus saya tanya lu siapa, mau apa?” jelasnya.
Tapi si pelaku tidak menjawab. Dia hanya mengeluarkan isyarat menyuruh Dafa diam dengan menempelkan jari telunjuk di mulutnya. Kemudian tiba-tiba ia mengeluarkan parang dan langsung menyerang Dafa.
Dafa sempat menangkis serangan pelaku dengan tangan kanan hingga mengalami luka, lalu ia lari ke rumah dan masuk kamar.
Kemudian pelaku beberapa kali mendobrak kamar Dafa, sementara semua orang yang ada di rumah itu juga bersembunyi ke kamar masing-masing.
“Dia ada kali 10 kali mendobrak kamar Dafa dan nyari korban seisi rumah itu, dia balik lagi nendang bolak balik,” ujarnya.
“Dia tidak ada motif mau ngancam, mau langsung bunuh aja. Di situ sudah pada teriak semua dan masuk kamar,” jelasnya.
Tak lama kemudian polisi datang ke lokasi dan sempat terjadi tembak-tembakan. Menurut korban, peristiwa perampokan itu berlangsung sekitar 15 menit.
Namun tidak dijelaskan apakah dalam peristiwa itu pelaku rampok juga mengeluarkan tembakan ke arah polisi.
“Kemudian polisi datang dan tembak-tembakannya. Amanlah ya, saya teriak sama polisi, pak tangkap pak, kasih mati,” kata dia.
Thomas Riska
Perampokan
rampok
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
