Pengelolaan Lahan PT BSA, Tokoh Masyarakat Lamteng Minta Berlangsung Damai
Pandu Satria
Lampung Tengah
Sementara itu, tokoh pemuda Kampung Bumi Jaya Martono menilai, agar masyarakat dan perusahaan saling membuka diri demi tercapainya kesepakatan dari kedua belah pihak. Sehingga pengembangan investasi yang baik dapat berjalan demi pembangunan Lamteng kedepan.
Menurut Martono, masyarakat bisa mempertimbang opsi-opsi yang diberikan oleh pengelola lahan, dalam hal ini PT BSA terkait tali asih tanam tumbuh mereka.
Kemudian perusahaan juga tidak dengan serta merta menuntut haknya, tanpa memperhatikan kondisi sosial di sekitar lahan mereka.
"Jika masyarakat dan perusahaan bisa bekerja sama, tentu yang mendapat untung adalah Lamteng. Perekonomiannya bisa meningkat dan keamanan terjaga," kata dia.
Kapolres Lamteng AKBP Andik Purnomo Sigit mengatakan, pihak perusahaan masih menunggu warga yang merasa menanam di lahan yang menjadi sengketa untuk mendatangi posko Pokja Forkopimda di kantor Kecamatan Anak Tuha.
"Silahkan warga yang menanam mendatangi posko untuk dihitung dan diganti rugi tanam tumbuh. Atau jika ingin memanen sendiri juga diperbolehkan, nanti akan dikawal," kata Andik.
Untuk ganti rugi tanam tumbuh ini, PT BSA menyiapkan tali asih yang di sesuaikan dengan kemampuan serta kesepakatan antara perusahaan dengan warga. (*)
Pembebasan lahan
lamteng
tokoh masyarakat
berlangsung damai
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
