Pengelolaan Lahan PT BSA, Tokoh Masyarakat Lamteng Minta Berlangsung Damai
Pandu Satria
Lampung Tengah
RILISID, Lampung Tengah
— Sejumlah tokoh masyarakat di Lampung Tengah (Lamteng), meminta proses pengolahan lahan PT Bumi Sentosa Abadi (PT BSA) bisa berlangsung damai.
Permintaan ini ditujukan kepada kedua belah pihak, baik itu dari warga dan juga kelompok kerja (Pokja) forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Lamteng.
Mereka mengatakan, proses pengolahan lahan Hak Guna Usaha (HGU) PT BSA itu bisa memakan waktu, karena luasnya lahan.
Begitu juga dengan warga yang saat ini masih menimbang untuk melakukan pemanenan tanamannya atau melapor untuk memperoleh tali asih (ganti-rugi) dari perusahaan.
Anggota DPRD Lamteng Ahmad Wagimin mengatakan, warga Kecamatan Padangratu meminta agar kedua belah pihak mengambil jalan damai dalam penyelesaian masalah.
"Kita berharap masyarakat sadar dan taat hukum yang berlaku," kata Wagimin, Minggu (24/9/2023).
Begitu juga dengan Pokja Forkopimda, untuk mengedepankan dialog demi menyerap aspirasi masyarakat dan mampu mengembangkan pembangunan yang merata dengan kehadiran perusahaan pengelola.
"Sehingga kondisi di Lamteng ini terus kondusif dan tentram," katanya.
Hal senada disampaikan Rosali, tokoh masyarakat adat Kampung Tanjung Harapan. Ia meminta agar permasalahan yang terjadi di lahan itu diselesaikan dengan cara damai.
"Harapan kita, semua berlangsung damai, tidak ada kekerasan dari masyarakat dan pokja. Semua bisa diselesaikan jika ada dialog," kata Rosali.
Pembebasan lahan
lamteng
tokoh masyarakat
berlangsung damai
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
