Tujuh Daerah di Lampung Rawan Bencana, Ini Antisipasi BPBD
Dwi Des Saputra
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung
— Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung menyiapkan beberapa skema untuk mengurangi risiko bencana di tahun 2022.
Mulai penyiapan logistik, mitigasi, penyadaran dan peningkatan menghadapi ancaman bencana, serta meningkatkan peran Forum Pengurangan Risiko (FRP) bencana.
"Kita masih belum terbebas Covid-19 jadi masih menjadi perhatian kita bersama karena ini juga bencana non-alam, " ungkap Kepala BPBD Lampung Rudy Syawal Sugiarto, Jumat (14/1/2021).
Ia menjelaskan, berdasarkan Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) ada tujuh daerah rawan bencana di Lampung. Yakni Pesisir Barat, Lampung Barat, Lampung Selatan, Tanggamus, Lampung Timur, Pesawaran, dan Bandarlampung.
"Sebenarnya fenomena La Nina menjadi perhatian juga di seluruh wilayah Lampung, apalagi belakangan curah hujan cukup tinggi," ujarnya.
Ia mengatakan, penanganan pertama bencana merupakan kewenangan pemerintah kabupaten dan BPBD Lampung siap berkoordinasi dan membantu.
"Kita siap membantu penanganan penyelanggaran, perencanaan di seluruh kabupaten kota baik dalam hal logistik dan SDM," kata dia.
Selain itu, lanjut Rudy, peningkatan peran FRP bencana di Posko BPBD Lampung maupun satker lainnya di Lampung juga terus dikoordinasikan.
"Kalau FRP instansinya, kalau Forum Relawan Lampung individunya," ujar Rudy.
Ia berharap, di tahun 2022 ada peningkatan dan pengetahuan masyarakat tentang risiko bencana. Sehingga, ke depan BPDB dan masyarakat dapat lebih baik lagi dalam menghadapi bencana. (*)
BPBD Lampung
Rudy Syawal
Bencana
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
