Kasus Covid-19 Melonjak, Pemkot Bandarlampung Hentikan PTM Terbatas Mulai 7 Februari
Sulaiman
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung memutuskan menghentikan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas. Penghentian ini mulai berlaku pada 7 Februari 2022.
Rencana Pemkot untuk memberlakukan PTM 100 persen di Paud, SD, dan SMP juga ditunda hingga dua pekan ke depan.
Sebelumnya, Pemkot berencana akan menggelar PTM 100 persen mulai 7 Februari. Rencana tersebut batal seiring meningkatnya kasus Covid-19 di Bandarlampung.
Per Rabu (2/2/2022), kasus Covid--19 di Bandarlampung bertambah 22 orang. Peningkatan juga terjadi pada Selasa (1/2/2022), dengan tambahan 35 kasus.
"Kemarin sudah melaksanakan antigen di sekolah. SMTI dari 805 siswa, terpapar 5 orang, penyemprotan tersebut, mudah-mudah tidak menyebar, kami juga melakukan tes lagi di sekolah tersebut," ujar Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana dalam konferensi pers di ruang rapat kantor wali kota, Kamis (3/2/2022).
Eva mengaku terpaksa memutuskan penghentian PTM dengan berat hati. Karena menurutnya, sudah banyak yang terpapar Covid-19.
Dia pun meminta wali murid, guru dan masyarakat untuk kembali melaksanakan sekolah daring (dalam jaringan).
Jika dua pekan ke depan Covid-19 membaik, Eva berjanji akan melakukan PTM kembali. Ia pun meminta masyarakat untuk mengikuti kebijakan tersebut.
"PTM ditiadakan tetapi melalui daring. Untuk anak-anak yang ujian dan ulangan, anak-anak dinyatakan naik kelas semua dan lulus semua, ini kebijakan dari Pemkot Bandarlampung," kata dia.
Hingga saat ini, sudah 130 warga Bandarlampung terpapar Covid-19. Sebanyak 27 pasien dirawat dan sisanya sudah sembuh.
PTM
Ditunda
Sekolah Daring
Bandarlampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
