Kapos Pantau Sebut Letusan GAK Tidak Berbahaya, Ini Penjelasannya
Sulaiman
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Kepala Pos (Kapos) Pantau Gunung Anak Krakatau (GAK) Andi Suwardi membenarkan adanya erupsi gunung berapi tersebut.
Menurutnya, aktivitas erupsi hanya berupa hembusan abu yang terdapat di sekitaran Gunung Anak Krakatau saja.
"Tidak berbahaya, karena hembusan hanya berada di sekitar wilayah GAK saja," ungkap Andi saat dihubungi melalui sambungan telepon selulernya, Kamis (3/2/2022).
Ia mengungkapkan letusan GAK hari ini merupakan yang pertama sejak 2018 lalu.
"Namanya gunung api aktif, untuk intensitas erupsi pasti ada. Tetapi sejauh ini belum terlalu bahaya, masih di sekitaran gunung saja," katanya.
Diketahui, GAK meletus pada Kamis (3/2/2022) sekitar pukul 16.15 WIB. Magma Indonesia mencatat tinggi kolom abu teramati mencapai 200 meter di atas puncak atau 357 meter di atas permukaan laut. (*)
Gunung Anak Krakatau
GAK
Erupsi
Magma Indonesia
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
