Kapos Pantau Sebut Letusan GAK Tidak Berbahaya, Ini Penjelasannya

Sulaiman

Sulaiman

Bandarlampung

3 Februari 2022 19:54 WIB
Breaking News | Rilis ID
Erupsi Gunung Anak Krakatau, Kamis (3/2/2022). Foto: Istimewa
Rilis ID
Erupsi Gunung Anak Krakatau, Kamis (3/2/2022). Foto: Istimewa

RILISID, Bandarlampung — Kepala Pos (Kapos) Pantau Gunung Anak Krakatau (GAK) Andi Suwardi membenarkan adanya erupsi gunung berapi tersebut.

Menurutnya, aktivitas erupsi hanya berupa hembusan abu yang terdapat di sekitaran Gunung Anak Krakatau saja.

"Tidak berbahaya, karena hembusan hanya berada di sekitar wilayah GAK saja," ungkap Andi saat dihubungi melalui sambungan telepon selulernya, Kamis (3/2/2022).

Ia mengungkapkan letusan GAK hari ini merupakan yang pertama sejak 2018 lalu.

"Namanya gunung api aktif, untuk intensitas erupsi pasti ada. Tetapi sejauh ini belum terlalu bahaya, masih di sekitaran gunung saja," katanya.

Diketahui, GAK meletus pada Kamis (3/2/2022) sekitar pukul 16.15 WIB. Magma Indonesia mencatat tinggi kolom abu teramati mencapai 200 meter di atas puncak atau 357 meter di atas permukaan laut. (*)

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Segan Simanjuntak
Tag :

Gunung Anak Krakatau

GAK

Erupsi

Magma Indonesia

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya