Gubernur Arinal: 765 Hektare Sawah di Lampung Alami Kekeringan Akibat El Nino
Tampan Fernando
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung
— Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi memaparkan lahan pertanian padi di Lampung yang mengalami kekeringan akibat El Nino mencapai 765 hektare.
Kekeringan lahan terjadi di 9 kabupaten, dengan area terbanyak di Lampung Selatan mencapai 205 hektare.
Kemudian Tulang Bawang 134 hektare, Lampung Barat 118 hektare, Pesawaran 120 hektare, dan Lampung Timur 68 hektare.
Selanjutnya di Way Kanan 45 hektare, Pringsewu 49 hektare, dan Pesisir Barat 25 hektare.
“Dari total luasan 765 hektare yang sedang mengalami kekeringan, maka potensi kehilangan dampak El Nino mencapai 1.954 ton gabah panen (GKP),” kata Arinal saat konferensi pers di Rumah Dinas Gubernur Lampung Mahan Agung, Selasa (5/9/2023).
Kekeringan yang terjadi saat ini juga berdampak pada terjadinya gagal panen (puso) di beberapa daerah. Yaitu di Lamsel (2 ha), Tulangbawang (85 ha), Pesawaran (5 ha), dan Pringsewu (1 ha).
Untuk penanganan dampak El Nino, Arinal mengatakan saat ini Pemprov Lampung sudah melakukan beberapa langkah.
Di antaranya percepatan tanam dan optimalisasi lahan tadah hujan, pemilihan komoditas/varietas dan waktu tanam. Dengan memilih varietas toleran kekeringan (Inpago 5, Inpago 8, Inpago 9, Inpago 10 Inpari 10, Rindang/agritan, Rindang 2 agritan, dan varietas local sejenis.
“Kemudian identifikasi permasalahan dan sumber daya air, penggunaan bahan organik untuk memperbaiki struktur tanah, gropyokan dan pemanfaatan agens hayati untuk mengatasi OPT yang timbul akibat dampak kekeringan,” kata Arinal.
Selanjutnya mengurangi penggunaan pestisida, karena penggunaan pestisida yang berlebihan akan merusak biologi dan struktur kimia dan fisika tanah sehingga akan menyebabkan tanah lebih cepat mengalami kekeringan.
kekeringan sawah Lampung
Gubernur Arinal
dampak El Nino
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
