Bulog Pastikan Provinsi Lampung Tak Akan Kekurangan Stok Beras Hingga Akhir Tahun
Tampan Fernando
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung
— Perum Bulog Lampung memastikan Provinsi Lampung tidak akan kekurangan stok beras hingga akhir tahun 2023.
Plt Kepala Perum Bulog Kanwil Lampung, Nurman Susilo mengatakan Lampung memang menjadi daerah pemasok beras untuk beberapa provinsi lain. Seperti Bengkulu dan Jambi.
Namun ia memastikan hal itu tidak akan membuat ketersediaan stok beras untuk masyarakat Lampung berkurang.
“Kita masih punya tugas untuk mendistribusikan beras ke Bengkulu dan Jambi kurang lebih 8 ribu ton. Jadi total stoknya 32 ribu ton. Kemudian untuk penyaluran bantuan pangan di tiga lokasi 24 ribu ton, jadi masih sisa 8 ribu ton,” jelas Nurman Susilo saat ditemui di Gudang Bulog Campang Raya, Rabu (6/9/2023).
Stok 8 ribu ton beras ini akan disalurkan juga untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Beras (SPHP) di Lampung.
Saat ini Bulog menyalurkan beras SPHP rata-rata 2.000 ton per bulan untuk mencegah kelangkaan beras di pasaran.
“Sekarang sudah di angka 2 ribu ton per bulan, dari yang sebelumnya hanya 800 bulan Juni, Juli 1.500, Agustus kemarin 2.000. Kemungkinan di bulan ini juga masih sama 2.000 ton karena harga beras masih cukup tinggi,” jelasnya.
“Jadi stok 8.000 ribu ton di bagi 2.000 ton per bulan jadi masih aman sampai bulan Desember stok kita,” tambahnya.
Terkait kekeringan lahan pertanian yang sedang terjadi di Lampung, Nurman mengakui ada dampaknya, yaitu terjadinya penurunan produksi.
Menurutnya penurunan produksi akibat gagal panen di beberapa wilayah menjadi faktor pemicu naiknya harga beras di Lampung.
Bulog Lampung
stok beras
harga beras naik
Nurman Susilo
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
