Waduh! Petani Sawit Mesuji Ketar-ketir, Harga TBS Turun lagi
Juan Santoso Situmeang
Mesuji
“Bisa selisih Rp300-400/kg. Kerena biasanya lapak atau agen mengambil segitu dari harga pabrik, kalau kita ngirim sendiri ya pasti tidak bisa, karena hasil cuma satu pikul atau dua pikul. Pasti sulit masuk pabrik dan ongkos jauh lebih besar,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah dapat melihat kondisi tersebut dan mengintervensi jika ada permainan harga. Karena jika dilihat dari produktivitas, justru saat ini TBS sawit menurun drastis karena kemarau.
“Harusnya kalau ikut prinsip ekonomi, barang sedikit, peminat banyak maka harga naik, ini justru turun,” katanya.
Lain lagi dengan petani karet yang saat ini cukup optimis dengan kenaikan harga komoditas tersebut.
Arjo (48), petani karet di Simpangmesuji mengatakan sejak Jumat pekan lalu memang sudah ada kenaikan harga getah karet dari Rp7850/kg menjadi Rp8000/kg.
“Kalau hari ini naik lagi, artinya besok pas timbang di lapak biasanya ikut naik juga,” katanya.
Ia berharap kenaikan itu dapat terus sampai di kisaran Rp10 ribu/kg. Karena di harga tersebut merupakan standar keekonomian petani untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari bersumber dari hasil karet. (*)
sawit
turun
petani
mesuji
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
