Sulam Jelujur Ikon Baru Pesawaran yang Bakal Menembus Pasar Internasional
lampung@rilis.id
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung
— LAMPUNG kembali menambah khasanah kain tenun lokal yang tak kalah bersaing di pasar domestik maupun mancanegara. Namanya adalah Sulam Jelujur, kain khas asal Kabupaten Pesawaran.
Sulam Jelujur merupakan warisan budaya lokal. Kain tersebut disulam perajin yang merupakan pelaku usaha kecil menengah (UKM) dari Desa Sungai Langka, Kecamatan Gedongtataan.
“Sulam jelulur awalnya kita temukan dari sebuah kain atau taplak di Desa Sungai Langka,” kata Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Pesawaran Nanda Indira Dendi dalam talk show Bupati Menyapa, Sabtu (2/7/2022).
Sulam Jelujur pertama kali dibawa para transmigran ke Pesawaran pada tahun 1905. Rangkaian sejarah tersebut meninggalkan warisan budaya yang kini diangkat dalam satu kerajinan kain khas asal kabupaten berjuluk Andan Jejama.
Bahkan Ketua Dekranasda Lampung Riana Sari Arinal secara khusus meluncurkan kain tenun Sulam Jelujur di komplek perkantoran Pemda Kabupaten Pesawaran pada 25 Oktober 2021.
“Alhamdulillah, respons masyarakat terhadap Sulam Jelujur sangat positif. Selain itu, Sungai Langka menjadi terkenal,” tutur Nanda.
Sulam Jelujur Ikon Baru Pesawaran
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
