Sulam Jelujur Ikon Baru Pesawaran yang Bakal Menembus Pasar Internasional
lampung@rilis.id
Bandarlampung
Dia mengatakan peluncuran kain tenun Sulam Jelujur bertujuan mendorong kiprah pelaku ekonomi kreatif dan mempromosikan karya para perajin serta sebagai upaya meningkatkan ekonomi para perajin.
Selain itu juga sebagai upaya menggali dan mengembangkan potensi masyarakat serta melestarikan warisan budaya yang bersinergi dengan seluruh perajin dan stakeholder.
Selain pasar domestik, lanjut Nanda, Sulam Jelujur juga sudah merambah pasar global. Seperti Kroasia, Belanda, dan Afrika. Sulam Jelujur juga telah ditampilkan dalam even-even seperti pameran dan Fashion Week Pesawaran 2021.
Nanda menceritakan penamaan Sulam Jelujur berawal pada Desember 2017. Bahkan sejumlah seniman dan pemerintah Belanda memajang Sulam Jelujur di Station Central Metrohal Nederlands dan Museum Textile Amsterdam pada 2018 lalu.
Setahun berikutnya, Sulam Jelujur kembali mendapatkan kesempatan untuk ditampilkan pada acara peragaan busana di Afrika Selatan (Afsel).
“Sulam Jelujur sudah sampai internasional. Di Belanda ditampilkan. Sulam Jelujur ini diharapkan jadi ikon baru. Tentunya didukung penuh oleh Pak Bupati Pesawaran (Dendi Ramadhona),” jelasnya.
Sejumlah tawaran untuk menampilkan Sulam Jelujur pun terus berdatangan dari berbagai pihak. Namun, Nanda mengaku bahwa pihaknya masih selektif mengikuti pameran.
“Kita pengen booming dulu, sudah banyak tawaran-tawaran untuk mengisi galeri dan pameran di Bandarlampung dan daerah lainnya. Tapi, kami masih ‘pelit’ ilmu karena untuk melindungi perajin-perajin kita yang jumlahnya baru 40 orang,” paparnya.
Sulam Jelujur Ikon Baru Pesawaran
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
