Sosialisasi Kostratani Provinsi Banten, Membangun Pertanian dengan Basis Kecamatan
Elvi R
Serang
Dr. Wahidin Halim menceritakan kisah hidupnya beserta keluarga besarnya yang bisa hidup survive dengan basis pertanian. Bahkan menurutnya, negara yang survive berbasis pertanian. "Negara-negara yang survive dibangun dengan basis pertanian, untuk itu harus dibangun pertanian" ucap Dr. Wahidin Halim
Tahun ini, Pertanian menjadi salah satu prioritas pembangunan di Provinsi Banten setelah sebelumnya berfokus pada infrastruktur, pendidikan dan kesehatan. Dr. Wahidin Halim telah memerintahkan Dinas Pertanian untuk menyusun road map dan membuat prioritas pembangunan pertanian.
Lebih lanjut Dr. Wahidin Halim menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi membuat BUMD yang dianggarkan sebesar Rp350 milyar dalam rangka memberikan keuntungan yang layak bagi petani. Bahkan saat ini sedang dibuat pasar induk seluas 20 ha.
Untuk itu, Dr. Wahidin Halim mengharapkan agar Kostratani membangun pertanian dari hulu ke hilir.
Kepala BBPSDMP, Prof. Dedy Nusyamsi menyampaikan kostratani merupakan gerakan pembangunan pertanian dengan basis kecamatan dalam rangka optimalisasi fungsi penyuluh.
"Kostratani itu adalah revitalisasi BPP, artinya membangunkan kembali BPP dan penyuluhnya, mulai dari sarana dan prasaranya, penyuluhnya melalui pelatihan peningkatan kapasitas penyuluh, peningkatan BOP dsb" terang Prof. Dedy Nursyamsi.
Dalam acara sosialisasi tersebut, penyuluh, POPT dan semua petugas lapangan menyambut baik penjelasan tentang Kostratani karena akan memperkuat peran mereka di lapangan. Sesekali tepuk tangan gembira mengiringi penjelasan yang disampaikan oleh Prof. Dedy Nursyamsi.
BPTP Banten akan mengambil peran penting sebagai Sekretariat Kostrawil, yaitu Kostratan di tingkat Provinsi. Kegiatan pelatihan, bimbingan teknis, percontohan/demplot, demfarm, dll yang selama ini telah terlaksana lebih akan terkoordinasikan. Selain itu, BPTP Banten juga akan menjadi basis komunikasi via Teleconference di tingkat Provinsi Banten. "Kita akan mengupayakan secara maksimal semua kegiatan di BPTP Banten disinergikan dengan Kostratani" ujar Dr Ismatul Hidayah, Kepala BPTP Banten.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
