Penyaluran Kredit Segmen UMKM di Lampung Tembus Rp30 Triliun
Tampan Fernando
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Penyaluran kredit di segmen Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Lampung sepanjang tahun 2023 mencapai Rp30,98 triliun. Jumlah itu naik Rp3,07 triliun atau sebesar 11,02 persen secara tahunan (YoY) dibandingkan tahun 2022 yang nilainya sebesar Rp27,91 triliun.
Kemudian untuk share kredit UMKM juga meningkat sebesar 3,45 persen, yaitu dari sebesar 36,34 menjadi sebesar 39,79 persen. Hal itu dipaparkan Kepala OJK Lampung Bambang Hermanto dalam acara media update pemaparan kinerja Industri Jasa Keuangan Triwulan IV tahun 2023, di Ballroom Hotel Golden Tulip Bandar Lampung, Rabu (28/2/2024).
Bambang menyebut sektor UMKM menjadi penyokong terbesar pertumbuhan ekonomi Lampung tahun 2023 yang mencapai 4,55 persen.
“Sektor UMKM menjadi pilar mendukung pertumbuhan ekonomi. Akhir tahun 2023 kami mencatat porsi penyaluran kredit UMKM di Lampung paling tinggi pasca pandemi. Artinya permintaan sektor UMKM untuk pendanaan ini meningkat, sektor riil membaik,” jelas Bambang.
OJK juga mencatat pihak perbankan turut mensupport pembiayaan UMKM. Namun pertumbuhan kredit diikuti dengan peningkatan rasio kredit bermasalah sebesar 0,66 persen. Dari sebelumnya sebesar 3,34 persen menjadi sebesar 4 persen pada Triwulan IV-2023.
Peningkatan ini disebabkan adanya peningkatan jumlah kredit bermasalah sebesar Rp0,31 Triliun dari sebesar Rp0,93 Triliun menjadi Rp1,24 Triliun.
“Apabila dibandingkan posisi Triwulan III-2023, Rasio NPL kredit UMKM mengalami penurunan sebesar 0,41 persen dengan jumlah kredit bermasalah turun sebesar Rp0,05 Triliun,” jelas Bambang.
Terkait kinerja perbankan di Lampung, OJK mencatat ada pertumbuhan positif. Hal itu tampak dari aset perbankan yang mengalami pertumbuhan 7,61 persen dari 116 triliun menjadi sebesar 125 triliun.
Untuk kinerja penyaluran kredit perbankan Lampung, pada triwulan IV naik 1,39 persen (Rp1,07 triliun) dibandingkan dengan periode triwulan IV 2022.
“Pertumbuhan itu didorong peningkatan kredit di sektor penerimaan kredit bukan lapangan usaha atau yang lebih bersifat konsumtif yakni naik 30 triliun atau tumbuh 5,09 persen,” ungkap Bambang.
OJK Lampung
kredit UMKM
UMKM Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
