Panen Padi Inpari 40, Petani: Hasil Bagus, Irit Biaya

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

8 Mei 2018 17:34 WIB
Bisnis | Rilis ID
FOTO: Humas Balitbangtan
Rilis ID
FOTO: Humas Balitbangtan

RILISID, Jakarta — Panen Padi Inpari 40 di Kampung Cibuntu Alih Odah, Desa Cicadas, Kecamatan Ciampea disambut sukacita oleh petani. 

Sebagai bentuk dukungan Balitbangtan Kementrian Pertanian terhadap swasembada pangan Indonesia, Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian telah menyebarluaskan benih Inpari 40 kepada petani. 

Salah satu penyebaran benih inpari 40 yaitu ke Desa Cicadas, Kecamatan Ciampea. 

Padi Inpari 40 merupakan varietas unggul baru hasil perakitan varietas dengan marka molekuler. 

Padi jenis ini sangat menguntungkan bagi petani, karena petani bisa panen kali ini sebanyak 6 hingga 7 ton Gabah Kering Panen per hektare.

Panen masih terus berlanjut hingga 3 hari ke depan.

"Banyak keuntungan saat saya tanam inpari 40 ini yaitu, tahan hama penyakit, toleran kekeringan, tidak ada beras yang patah dan pemakaian pupuk yang irit," kata Sadjili, salah seorang petani di Desa Cicadas.

Hasil panen yang melimpah dengan perawatan minim merupakan salah satu keuntungan yang ditunggu-tunggu oleh petani.

"Saya tidak pernah pakai pestisida, ini sangat meringankan petani secara tenaga, waktu dan tentu saja biaya." jelas Asep, petani di lokasi yang sama.

Dukungan Balitbangtan ini juga telah dirasakan manfaatnya bagi petani. Bioteknologi pertanian tidak hanya mendukung swasembada pangan, hal ini juga diharapkan dapat mendukung Indonesia menjadi lumbung padi dunia tahun 2045.
 

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya