PTPN VII Reposisi Tiga Pimpinan Pejabat Utama

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

Bandarlampung

2 Maret 2020 20:15 WIB
Bisnis | Rilis ID
PTPN VII reposisi tiga pimpinan pejabat utama. Foto: Humas PTPN VII
Rilis ID
PTPN VII reposisi tiga pimpinan pejabat utama. Foto: Humas PTPN VII

RILISID, Bandarlampung — Mengevaluasi kinerja untuk mengakselerasi progress, manajemen PTPN VII menukar posisi tiga unsur pimpinan unit, Senin (2/3/20) di Kantor Direksi, Bandarlampung.

Tiga pos strategis itu adalah Kepala Bagian Teknik dan Pengolahan (TNP), Manajer PTPN VII Unit Bekri, dan General Manager Bungamayang PT Buma Cima Nusantara (BCN), anak perusahaan PTPN VII.

Tiga personel yang mengisi jabatan tersebut adalah Bambang Hartawan yang sebelumnya Kabag TNP diberi mandat menjadi General Manager Bungamayang.

Ary Asykari, manajer Unit Bekri menggantikan Bambang ke Kantor Direksi sebagai Kabag TNP. Sedangkan Dicky Tjahyono yang sebelumnya Direktur Operasional BCN menggantikan Ary Asykari di Unit Bekri.

Prosesi reposisi jabatan ini dipimpin Direktur Utama PTPN VII Muhammad Hanugroho didampingi Direktur Operasional Husairi. Hadir pada seremoni sederhana yang dilanjutkan breifing itu, Sekretaris Perusahaan Okta Kurniawan dan para kepala bagian.

Dari pesan briefingnya, Muhammad Hanugroho tampak memberi perhatian khusus kepada tugas baru Bambang Hartawan.

Oho, sapaan akrabnya, mengatakan, dua kebun tebu dan pabrik gula yang dikelola oleh PT BCN membutuhkan percepatan penanganan secara teknis dalam jangka pendek. Ia meminta Bambang untuk tancap gas dalam mempersiapkan musim giling 2020 dengan baik.

“Reposisi merupakan akselerasi percepatan pencapaian target tahun 2020 PT BCN maupun PTPN VII secara keseluruhan. Semua kita bahu membahu dan bekerja keras untuk mempercepat proses recovery. Tetapi, kemampuan dan spesialisasinya berbeda-beda. Ini adalah proses penyesuaian saja,” kata Hanugroho.

Penempatan Bambang Hartawan di BCN dinilai tepat dan sesuai dengan pengalaman dan kompetensinya. Oho mengatakan, industri gula yang merupakan tanaman semusim secara on farm dan off farm memiliki karakter yang lebih rumit dan intensif ketimbang sawit dan karet. 

“Tebu itu kan tanaman semusim, jadi membutuhkan perhatian khusus dan intensif. Tidak boleh ada bias sedikitpun dari treatmen di kebun atau off farm. Demikian juga dengan di pabriknya atau on farm.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Adi Pranoto
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya