Muktamar NU, Pengamat: Berdampak Segarkan Perekonomian Lampung
Dwi Des Saputra
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Pelaksanaan Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) di Lampung pada 23-25 Desember menimbulkan dampak perekonomian langsung maupun tidak baik bagi masyarakat, pelaku UMKM, maupun pengusaha.
Pengamat Ekonomi Lampung, Asrian Hendi Caya, mencontohkan kebutuhan akomodasi, konsumsi, transportasi, sampai urusan buah tangan atau oleh-oleh khas Lampung yang akan menjadi kebutuhan peserta.
"Adanya Muktamar NU ini pasti akan membuat perekonomian di Lampung menggeliat menjadi besar karena jumlah pesertanya pasti banyak apalagi ini se-Indonesia," ucap Asrian.
Diketahui, jumlah peserta yang akan hadir pada Muktamar mencapai 2.295 orang. Skemanya dari 34 PWNU sebanyak 102 orang, 521 PCNU (1.563 orang), 31 PCINU (93 orang), 14 badan otonom (42 orang), dan 18 lembaga (54 orang) di tingkat pusat.
Ditambah utusan PBNU dari unsur syuriyah (32 orang), mustasyar (15 orang), a’wan (20 orang), tanfidziyah (38 orang), ditambah panitia 336 orang.Selain itu, tingkat keterisian hotel maupun pengunjung restoran di Lampung juga pun jelas sangat berdampak.
Tingkat hunian hotel juga pasti naik. Begitu juga dengan pengunjung rumah-rumah makan.
"Kalau level bawah mungkin nginap dan makan disiapkan panitia di Pondok Pesantren tempat acara. Kalau level bos di hotel-hotel berkelas maupun makan di restoran ternama," ujar Asrian.
Dampak secara tidak langsung, lanjut Asrian, Muktamar NU akan memengaruhi kebijakan strategis Lampung ke depan.
"Momen ini juga bisa jadi jangka panjang. Kalau sukses terselenggara, berarti Lampung bisa menjadi referensi tempat acara tingkat nasional lainnya," ungkapnya.
Ia karenanya berharap, Muktamar NU ke-34 di Lampung ini bisa sukses terselenggara sehingga beban masyarakat maupun pengusaha dapat sedikit ringan akibat terdampak pandemi.
Muktamar NU ke 34
Lampung
Perekonomian
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
