Mengapa UMKM Susah Maju? Ini 5 Penyebabnya Menurut Ketua Umum Apmikimmdo
Tampan Fernando
Bandarlampung
Untuk mengatasi berbagai permasalahan ini, Apmikimmdo telah melalukan berbagai upaya. Untuk pemasaran, Apmikimmdo sudah membentuk koperasi sebagai wadah bagi pelaku UMKM memasarkan barangnya.
“Sehingga semua produk anggota kita, baik dari sektor pertanian, perikanan, peternakan dan lain-lain bisa ditampung di koperasi kemudian disalurkan ke penjual,” kata Laurensius Manurung.
Untuk penggunaan teknologi dan peningkatan kualitas SDM, Laurensius juga mengatakan telah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk Poltek Bina Madani dan Binus University.
Dari kelima faktor ini, Laurensius fokus pada pembiayaan UMKM, karena sampai saat ini baru 20 persen UMKM yang mendapatkan bantuan modal.
Untuk itu, ia berharap setiap pelaku usaha mulai melengkapi perizinan agar bisa memenuhi syarat mendapatkan KUR dari perbankan. Sebab perbankan juga tidak mau kalau kredit yang disalurkan macet dan gagal bayar.
“Sekarang lembaga keuangan lebih selektif untuk memberikan pembiayaan. Kalau dibilang mudah mendapatkan KUR itu teorinya karena kenyataannya tidak mudah. Maka pelaku usaha juga harus bisa memberikan kepercayaan,” ungkapnya.
Sementara Ketua DPD Apmikimmdo Lampung, Adam Kurniawan mengatakan, UMKM di Lampung juga mengalami beberapa kendala tersebut.
Untuk itu Apmikimmdo Lampung akan membagi pelaku UMKM dalam beberapa klaster untuk memberikan pelatihan dan pendampingan.
“Maka kami akan membuatkan klaster-klaster untuk membagi setiap bidang usaha, agar memberikan pelatihan lebih lebih tepat sasaran,” kata dia.
Adam juga mengimbau setiap UMKM untuk memanfaatkan platform digital dan media sosial. Karena semakin banyak masyarakat yang bertransaksi secara online.
Apmikimmdo
pelaku UMKM
Laurensius Manurung
Adam Kurniawan
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
