Inpago, Inovasi Balitbangtan untuk Lahan Kering
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) menghasilkan benih inbrida padi gogo (Inpago), untuk meningkatkan produksi di lahan kering. Selain hasil, Inpago juga memiliki manfaat lain, seperti umur genjah lebih pendek dan tahan terhadap organisme pengganggu tanaman (OPT).
Inpago 12, misalnya, potensi hasil 10,2 ton per hektare, umur 111 hari, toleran terhadap keracunan Al dan kekeringan, serta tahan penyakit blas ras 033. Varietas ini lebih unggul, dibandingkan varietas lokal yang potensi hasilnya 1-2 ton per hektare dan umurnya sekitar enam bulan.
Kepala Puslitbang Tanaman Pangan, Ismail Wahab, mengatakan, Balitbangtan juga sudah merilis Inpago 9 dan Inpago Rindang 2 Agritan. Keunggulannya tak jauh berbeda dengan Inpago 12.
Potensi hasil Inpago 9 mencapai 8,4 ton per hektare, umur 109 hari, toleran terhadap keracunan Al dan kekeringan, serta tahan wereng batang cokelat biotipe 1. "Dan penyakit blas ras 133," ujarnya.
Sementara Inpago Rindang 2 Agritan, padi gogo khusus intercropping dengan tanaman perkebunan, seperti kelapa, karet, dan lainnya. Produktivitasnya sekitar 7,39 ton per hektare, serta tahan cekaman abiotik, kekeringan, dan keracunan Al.
"Juga toleran terhadap naungan. Sehingga, sesuai untuk intercropping dengan tanaman perkebunan," tambah Ismail.
Peneliti Balai Besar Litbang Padi, Aris Hairmansis, menambahkan, Balitbang menghasilkan berbagai jenis Inpago dengan kelebihan masing-masing. Semuanya, cenderung toleran terhadap kekeringan dan kemasaman (keracunan Al), tapi mempunyai ciri khas masing-masing.
Misalnya, Inpago 8 dan Inpago 10 potensi hasilnya tinggi dan rasanya pulen. Sehingga, disukai suku Sunda, Jawa, Sulawesi, dan lain-lain.
"Inpago 9 dan Inpago 11, potensi hasilnya tinggi dan rasanya pera. Sehingga, sangat disukai masyarakat Minang (Sumbar dan Riau) dan suku Banjar (Kalsel dan Kaltim)," lanjut Aris.
Ada juga yang nasinya wangi (aromatik) dan rasanya pulen, yaitu Situpatenggang. Sementara Inpago 7, menghasilkan beras merah. "Beras ini, mempunyai indeks glikemik (IGK) rendah, sehingga cocok untuk penderita diabetes," terang dia.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
