Biofoam Solusi Global untuk Kemasan
Elvi R
Jakarta
RILISID, Jakarta — Saat ini Indonesia menempati peringkat kedua Negara dengan sampah plastik terbesar di Dunia setelah China. Atas dasar itulah berbagai penelitian didorong untuk menciptakan alternatif kemasan yang dapat menggantikan dominasi plastik yang selama ini banyak digunakan masyarakat.
Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian dalam Konferensi Internasional "Innovation in Polymer Science and Technology (IPST)" yang berlangsung di Bali lalu mengenalkan hasil penelitiannya yang diberi nama "Biofoam". Biofoam merupakan salah satu inovasi Balai Besar Litbang Pascapanen yang terbuat dari campuran adonan pati, serat sebagai penguat, dan bahan aditif lainnya, serta air yang dicetak dan dipress pada suhu dan tekanan tinggi.
Mengapa biofoam bisa menjadi salah satu solusi global masalah kemasan? biofoam terbuat dari bahan-bahan alam yang dapat terurai oleh lingkungan dan aman bagi kesehatan. Berbeda dengan Polystirena/ Styrofoam, Biofoam tidak mengandung Benzene, bahan karsinogenik lainnya yang berbahaya bagi kesehatan dan tidak dapat terurai oleh lingkungan.
Akibatnya sampah yang dihasilkan akibat pemakaian kemasan biofoam mudah terurai oleh alam. Hasil uji performance kemasan biofoam yang terbuat dari bahan utama pati ini di laboratorium pengujian menunjukkan bahwa kemasan biofoam terurai oleh mikroba setelah 2 minggu. Hasil pengujian juga menunjukkan bahwa biofoam ini tidak mengandung logam berat yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Dengan demikian kemasan biofoam bisa menjadi solusi global kemasan yang tidak berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan manusia.
Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI, Dr. Agus Haryono yang juga hadir dalam acara tersebut menyatakan ketertarikannya dengan produk biofoam hasil Balai Besar Litbang Pascapanen ini. Agus menyampaikan niat untuk menjalin kerjasama dalam mengembangkan biofoam hidrofobik ini, yang nantinya akan disempurnakan dengan teknologi laminasi yang telah dimiliki LIPI.
"Harapannya dengan sinergi penelitian tersebut, maka akan diperoleh produk yang berkualitas dan saling melengkapi sehingga menarik minat industri untuk melisensinya," ujarnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
