Rektor UIN Raden Intan Lampung Dukung Gerakan Wakaf Pendidikan Islam

Fi fita

Fi fita

Bandar Lampung

18 Agustus 2025 15:27 WIB
Pendidikan | Rilis ID
Foto istimewa
Rilis ID
Foto istimewa

RILISID, Bandar Lampung — Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL), Prof. H. Wan Jamaluddin, M.Ag., Ph.D., menyatakan dukungan penuh terhadap Gerakan Wakaf Dana Abadi Pendidikan Islam yang secara resmi diluncurkan oleh Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI), Prof. Nasaruddin Umar, MA, pada 16 Agustus 2025.

Gerakan ini menjadi terobosan penting dalam memperkuat peran wakaf produktif sebagai instrumen pembangunan pendidikan Islam sekaligus motor penggerak ekonomi nasional berbasis filantropi.

Menurut Rektor, UIN Raden Intan Lampung siap berperan aktif mendukung agenda besar Kementerian Agama tersebut.

Wakaf tidak boleh hanya dipahami sebatas ibadah individual, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang luas dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan membangun peradaban. 

“Kami melihat Gerakan Wakaf Pendidikan Islam sebagai momentum strategis untuk melahirkan generasi unggul yang berakhlak mulia dan memiliki daya saing global. UIN Raden Intan Lampung akan terus mendorong sivitas akademika untuk ikut terlibat aktif dalam budaya filantropi ini,” ujarnya, Senin (18/8/2025).

Peraih Santri of The Year 2024 untuk kategori Santri Inspiratif Bidang Pendidikan itu menyoroti bahwa selama ini wakaf di Indonesia belum dikelola secara maksimal, sehingga kontribusinya terhadap pendidikan masih sangat terbatas.

Dengan hadirnya gerakan nasional ini, ia berharap tata kelola wakaf di lingkungan kampus maupun masyarakat dapat lebih produktif, transparan, dan berdaya guna.

Ia menekankan bahwa UIN Raden Intan Lampung siap mengembangkan program-program inovatif yang menjadikan wakaf sebagai sumber pendanaan alternatif untuk penguatan riset, beasiswa mahasiswa, dan pembangunan sarana pendidikan.

“Wakaf telah lama menjadi tradisi luhur dalam kehidupan umat Islam di Indonesia. Selama berabad-abad, umat menyalurkan wakaf dalam bentuk tanah untuk masjid, pesantren, sekolah, makam, atau fasilitas sosial lain. Praktik ini mencerminkan spirit filantropi yang kuat, yakni semangat memberi demi kemaslahatan bersama. Namun, di era modern dengan tantangan pembangunan yang semakin kompleks, paradigma wakaf perlu ditransformasikan. Spirit filantropi tidak cukup bila berhenti pada pola konsumtif, ia harus berkembang menjadi strategi pembangunan nasional yang produktif, berkelanjutan, dan terintegrasi dengan agenda kesejahteraan bangsa sehingga memerlukan penguatan ekosistem wakaf produktif," ucapnya.

Lulusan Rusia itu menambahkan, penguatan ekosistem wakaf produktif juga akan mendukung pencapaian misi universitas, sekaligus menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks.

Menampilkan halaman 1 dari 3
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: gueade
Tag :

Uin ril

universitas islam negeri lampung

mahasiswa uin ril

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya