Innovation Expo 2026, Teknik Sipil Universitas Teknokrat Pamerkan Produk Inovatif Ramah Lingkungan dan Tahan Bencana
Tampan Fernando
Bandar Lampung
Menariknya, alat penjernih air portabel ini menerapkan konsep sirkular ekonomi dengan memanfaatkan botol dan galon plastik bekas sebagai tabung rekayasa filtrasi utamanya. Di dalam wadah bekas tersebut, mahasiswa menyusun material filtrasi fisik berlapis-mulai dari kerikil, pasir, hingga arang aktif-secara presisi.
Alat ini dirancang agar mudah dipindahkan (portable), ekonomis, dan aplikatif untuk membantu pemenuhan kebutuhan air bersih skala rumah tangga atau wilayah darurat bencana, sekaligus menjadi contoh nyata pemanfaatan kembali limbah plastik menjadi barang berdaya guna tinggi.
Tidak kalah menarik perhatian, produk kedua yang dipamerkan adalah Teknoplasting Paving Blok, sebuah inovasi material bangunan hijau yang ramah lingkungan. Produk ini menjadi solusi konkret atas permasalahan global terkait akumulasi limbah plastik, limbah konstruksi, dan limbah kertas yang sulit terurai di alam bebas.
Para mahasiswa S1 Teknik Sipil berhasil merumuskan formulasi pencampuran limbah plastik, limbah konstruksi, dan limbah kertas yang dicacah dan dicampur dengan material agregat pasir dalam proporsi tertentu untuk memproduksi paving blok berkekuatan tinggi.
Berdasarkan uji laboratorium yang dipresentasikan di stan, paving blok inovatif ini memiliki daya tekan yang tidak kalah kuat dibandingkan dengan paving blok konvensional berbasis semen murni, namun memiliki keunggulan ekstra berupa bobot yang lebih ringan, ketahanan yang lebih baik terhadap pelapukan cuaca, serta kemampuan meminimalkan jejak karbon dalam siklus produksinya.
Nuansa estetika tradisional yang berpadu dengan keahlian rekayasa struktural modern ditampilkan secara apik lewat produk jembatan bernama Kaganga Bridge. Replika fisik dari jembatan ini dihadirkan oleh mahasiswa Teknik Sipil dalam bentuk maket struktural rangka (truss bridge) berwarna merah dan kuning yang megah, dengan menggunakan skala presisi 1:100 dari ukuran jembatan aslinya.
Desainnya menarik perhatian besar karena mengadopsi kearifan lokal Provinsi Lampung melalui penerapan motif Siger Lampung pada elemen-elemen penopang strukturnya, tanpa sedikit pun mengorbankan aspek fungsionalitas dan keamanan.
Melalui perhitungan analisis matematis yang sangat matang guna mengoptimalkan distribusi beban, penggunaan geometri struktur yang efisien ini memastikan bahwa jembatan mampu menahan beban kendaraan yang berat dengan penggunaan material seminimal mungkin.
Inovasi ini menjadi contoh ideal bagaimana sebuah infrastruktur transportasi modern dapat dirancang dengan kokoh dan efisien, sekaligus tetap melestarikan serta merepresentasikan identitas akar budaya lokal setempat di ruang publik.
Selanjutnya, produk keempat yang menjadi primadona pameran sekaligus interaksi paling menegangkan di stan S1 Teknik Sipil adalah Meja Simulasi Gempa yang di atasnya didirikan struktur bangunan baja bernama "Sai Batin".
Innovation Expo 2026
Universitas Teknokrat
UTI Lampung
teknik sipil
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
