Unicef: 463 Juta Anak Muda di Dunia Tidak Bisa Akses Pembelajaran Daring
lampung@rilis.id
Jakarta
RILISID, Jakarta — Pandemi covid-19 telah mengubah tata cara belajar mengajar dari sistem tatap muka langsung menjadi pembelajaran jarak jauh di Indonesia.
Menurut laporan yang dikeluarkan PwC dan Unicef bertajuk GenU (Generation Unlimited) tahun 2020, sekitar 463 juta anak muda tidak dapat mengakses pembelajaran secara daring selama sekolah ditutup.
Beberapa kaum muda berhenti bekerja karena mengalami kesulitan untuk akses internet, tidak memiliki perangkat komunikasi layak pakai, serta kurangnya keterampilan ilmu teknologi, informasi dan komunikasi (TIK).
Terkait kebutuhan tenaga kerja di Indonesia, Badan Pusat Statistik menganalisis kebutuhan tenaga kerja di perusahaan teknologi menjadi salah satu yang tertinggi.
Dari peningkatan kebutuhan ilmu TIK, di tahun 2019 mencapai 5,32 persen dibanding tahun 2018 sebesar 5,07 persen. Namun, peningkatan ilmu TIK belum merata karena peningkatan terjadi di DKI Jakarta sebesar 7,31 persen dan terendah di Papua, yaitu 3,33 persen pada tahun 2019.
Adanya keterbatasan akses dalam meningkatkan keterampilan ilmu TIK untuk programming data science dan data analisis menjadi salah satu penyebab. Padahal ilmu tersebut dapat dipelajari dalam waktu 12 minggu. Sehingga, siapapun yang tertarik menjadi praktisi bisa mempelajarinya melalui pusat pelatihan TIK informal.
Hal ini yang menjadi alasan bagi Magnifique dan Yayasan Dian Sastrowardoyo untuk menyelenggarakan webinar M-Class keenam bertema “Menjelajah Data Analisis dan Data Visualisasi dengan Mudah Menggunakan Metabase”.
Kegiatan itu menggandeng Hacktiv8 dan PwC Indonesia, yang ingin memberikan ilmu kepada para pemula untuk menjadi programmer siap kerja.
Webinar ini diikuti oleh 260 siswa dari berbagai daerah dan komunitas data analis, dengan pembicara Adhitia Saputra, Head of Marketing Hacktiv8, dan Marcello Dwianto, Manager PwC Indonesia.
“Dengan memperkenalkan pentingnya belajar data analisis dan data visualisasi dari Hacktiv8, kami bertujuan mendekatkan ilmu TIK kepada para siswa dan komunitas/organisasi yang tertarik pada bidang ini,” ungkap Dian Sastrowardoyo, Pendiri Yayasan Dian Sastrowardoyo, dalam siaran pers yang diterima Rilislampung.id, Jumat (26/2/2021).
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
