Perempuan Garda Depan Energi Nasional: Tangguh Menjaga Hulu Migas dari Laut hingga Darat
Muklis
Lampung Timur
RILISID, Lampung Timur — Dari laut lepas hingga fasilitas energi di daratan, semangat emansipasi perempuan Indonesia terus menguat.
Nilai-nilai yang dahulu diperjuangkan Raden Ajeng Kartini kini tercermin dalam kiprah perempuan-perempuan yang berdiri di garis depan industri hulu minyak dan gas (migas).
Salah satunya adalah Cassanova Istiqomah Walhawanadana. Sebagai Junior Officer HSSE Offshore di Zona 6 Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES), Cassanova bekerja di lingkungan lepas pantai yang sarat risiko dan tantangan. Ia memegang peran penting dalam memastikan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) berjalan optimal.
“Menjadi perempuan di industri hulu migas, terlebih di lingkungan offshore, adalah pengalaman yang penuh makna. Di tengah tantangan, saya justru menemukan ruang untuk terus bertumbuh,” ujarnya.
Setiap hari, Cassanova memastikan proses operasional berjalan aman dan andal.
Meski kontribusinya tidak selalu tampak di permukaan, peran tersebut menjadi salah satu penopang kelancaran pasokan energi bagi jutaan masyarakat Indonesia.
Dari daratan, semangat serupa hadir di Lapangan Minas, Riau. Royfa Fenandita Finadzir menjalani perannya sebagai Operator Plant Operations di Pertamina Hulu Rokan (PHR).
Ia terlibat langsung dalam kegiatan operasional lapangan yang dinamis dan menuntut ketelitian tinggi.
“Sebagai perempuan yang masih baru, tentu ada tantangan dalam beradaptasi dengan ritme kerja dan lingkungan operasional. Namun, di situlah saya merasa tertantang untuk terus berkembang,” tuturnya.
Ia mengaku bangga dapat berkontribusi menjaga ketahanan energi nasional sekaligus membuktikan bahwa perempuan mampu mengambil peran strategis di sektor ini.
Perempuan Migas
Emansipasi
Kartini Masa Kini
HSSE
Offshore
PertaminaEnergi Nasional
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
