Sulpakar : Stunting Tanggungjawab Semua Pihak, Mari Tuntaskan Bersama
Juan Santoso Situmeang
Mesuji
RILISID, Mesuji — Fenomena kekurangan gizi hingga meyebabkan terhambatnya tumbuhkembang anak, Kabupaten Mesuji beri perhatian serius.
Hal itu disampaikan Penjabat(Pj) Bupati Mesuji Sulpakar dalam kunjungan kerja ke Desa Gedungboga, Kecamatan Wayserdang, Senin (06/02/2023) meminta agar stakeholder bergerak bersama melawan stunting.
Sulpakar yang juga Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung itu menegaskan jika stunting adalah tanggungjawab semua pihak. Mulai dari eksekutif, legelatif, masyarakat bahkan juga Pers.
“Stunting harus jadi perhatian serius, jangan abai. Terlebih, tenaga medis, harus memberikan pelayanan terbaik dalam persoalan mengatasi stunting ini. Namun penyakit umum lainnya juga harus tetap beri pelayanan terbaik. Jangan pilih-pilih dalam melayani, harus professional,” kata pj.bupati.
Kepada Dinas Kesehatan, Sulpakar meminta secara khusus agar mendata anak-anak yang mengalami stunting disetiap bulannya. Bahkan ia menekankan agar pendataan dilakukan secara langsung dari rumah ke rumah (door to door).
"Harus proaktif. Datangi dari rumah kerumah, kita jemput bola. Kadis Kesehatan pun harus cepat tanggap. Jangan pasif. Mari kita kompak untuk sama sama membangun Mesuji," lanjut Sulpakar.
Sebelumnya, Kabupaten Mesuji telah membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang melibatkan OPD di Mesuji untuk melakukan verifikasi dan validasi data balita Stunting yang ada di desa-desa.
TPPS sendiri dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Mesuji Syamsudin. Tim bekerja setiap bulan dan berkelanjutan.
Secara serentak, Tim TPPS turun ke tujuh kecamatan dan 105 desa yang ada di Mesuji. Pelaksanaan kegiatan Tim TPPS ini sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2021 Tentang Percepatan Penurunan Stunting dan Keputusan Bupati Mesuji No B/232/1.02/HK/MSJ/2022 Tentang Penetapan Tim Penurunan Stunting Tingkat Kecamatan se-Mesuji. (*)
stunting
giziburuk
mesuji
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
