Porwil Sumatera Usai, Rombongan Terakhir Kontingen Lampung Tinggalkan Riau
Tampan Fernando
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung
— Kontingen Lampung secara keseluruhan meninggalkan Provinsi Riau setelah 10 hari mengikuti Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Sumatera XI 2023.
Rombongan terakhir berangkat pada Rabu pagi (15/11/2023) sebanyak 34 orang. Terdiri dari 28 atlet dan official sepak bola, dan 6 orang panitia KONI Lampung.
Kepulangan kontingen Porwil Lampung ini dipimpin oleh Supeno, Anggota Binpres KONI Lampung.
“Alhamdulillah pagi ini kita menuju ke Bandar Lampung. Ada 34 personel, dari sepak bola dan panitia dari KONI. Tim sepak bola jadi cabor terakhir yang pulang karena mengikuti perebutan juara 3. Namun kita kalah adu penalti dari Kepri sehingga belum mendapatkan perunggu,” kata Supeno kepada awak media.
Dalam gelaran Porwil Sumatera 2023, Lampung finish di peringkat keenam dengan raihan 35 medali: 10 emas, 10 perak, 15 perunggu.
Kontingen Lampung juga mengikuti closing ceremony Porwil Sumatera di Kantor Gubernur Riau pada Selasa malam (14/11/2023).
Di acara penutupan itu, KONI Pusat menetapkan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sebagai tuan rumah Porwil Sumatera XII tahun 2027 mendatang.
“Kemarin disimpulkan Porwil mendatang dilaksanakan di Kepri. Itu diserahkan langsung oleh Waketum KONI Pusat Suwarno kepada ketua kontingen Kepri. Sayang sekali, karena kita mengharapkan Porwil bisa diserahkan ke Lampung,” ujar Waka SMAN 9 Bandar Lampung ini.
Meski status tuan rumah sudah diberikan ke Kepri, KONI Lampung masih berupaya untuk mengajukan diri sebagai tuan rumah Porwil.
“Harapan kita mudah-mudahan nanti bisa mengkomunikasikan lagi ke KONI pusat, karena pasa saat penentuan tuan rumah Porwil Lampung tidak diberikan informasi. Jadi kita belum sempat menyampaikan argumen dan harapan dari masyarakat Lampung untuk meminta sebagai tuan rumah Porwil,” tutupnya. (*)
Supeno
KONI Lampung
Kontingen Lampung
Porwil Sumatera
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
