Patrick McCrudden dari UWE Bristol Isi Kuliah Umum di IIB Darmajaya
lampung@rilis.id
Bandarlampung
“Meningkatkan penjualan hingga menemukan pasar baru, memperoleh sumber daya dan pengetahuan baru, dan mengurangi risiko yang terkait dengan pengoperasian hanya terdapat di satu pasar (market) antar-negara,” ungkapnya.
Menurutnya, bisnis internasional juga berkenaan dengan pemenuhan kebutuhan dari setiap negara di level global.
“Baik sebagai penyuplai maupun sebagai penerima yang menciptakan proses dan rantai pasokan seperti komoditas, perusahaan swasta, perorangan, ataupun pemerintah terlibat di dalamnya,” ujarnya.
Patrick yang juga Koordinator Partnership Asia Pasifik menuturkan terdapat perbedaan bisnis internasional dan bisnis domestik.
“Dalam hal sistem kenegaraan, mata uang, kebudayaan, sistem hukum, ketersediaan sumber daya alam, kemampuan dan teknologi,” imbuhnya.
Bisnis internasional sangat luas karena mencakup antar-benua dengan mata uang yang berlaku di dunia.
“Budaya berbeda dan perlu menyesuaikan perilakunya. Ketersediaan sumber daya yang berbeda dari setiap negara juga yang perlu dipertimbangkan dalam bisnis Internasional,” terangnya.
Patrick juga menjelaskan peran Indonesia yang menjadi penyuplai hasil komoditas ke negara-negara di dunia. Beberapa komoditi Indonesia diantaranya minyak bumi, gas alam, crude palm oil (CPO), dan tembaga. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
