Patrick McCrudden dari UWE Bristol Isi Kuliah Umum di IIB Darmajaya

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

Bandarlampung

20 April 2021 11:19 WIB
Pendidikan | Rilis ID
Foto: Istimewa
Rilis ID
Foto: Istimewa

“Meningkatkan penjualan hingga menemukan pasar baru, memperoleh sumber daya dan pengetahuan baru, dan mengurangi risiko yang terkait dengan pengoperasian hanya terdapat di satu pasar (market) antar-negara,” ungkapnya.

Menurutnya, bisnis internasional juga berkenaan dengan pemenuhan kebutuhan dari setiap negara di level global.

“Baik sebagai penyuplai maupun sebagai penerima yang menciptakan proses dan rantai pasokan seperti komoditas, perusahaan swasta, perorangan, ataupun pemerintah terlibat di dalamnya,” ujarnya.

Patrick yang juga Koordinator Partnership Asia Pasifik menuturkan terdapat perbedaan bisnis internasional dan bisnis domestik.

“Dalam hal sistem kenegaraan, mata uang, kebudayaan, sistem hukum, ketersediaan sumber daya alam, kemampuan dan teknologi,” imbuhnya.

Bisnis internasional sangat luas karena mencakup antar-benua dengan mata uang yang berlaku di dunia.

“Budaya berbeda dan perlu menyesuaikan perilakunya. Ketersediaan sumber daya yang berbeda dari setiap negara juga yang perlu dipertimbangkan dalam bisnis Internasional,” terangnya.

Patrick juga menjelaskan peran Indonesia yang menjadi penyuplai hasil komoditas ke negara-negara di dunia. Beberapa komoditi Indonesia diantaranya minyak bumi, gas alam, crude palm oil (CPO), dan tembaga. (*)

 

Menampilkan halaman 2 dari 2
Prev

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Andry Kurniawan
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya