Kacab Asuransi Astra Lampung: Semua Orang adalah Marketer
lampung@rilis.id
Bandarlampung
Ia juga mengatakan, mengapa dirinya menekuni bidang marketing, mengingat guna pencapaian itu didasari saat dia menilai kebutuhan diri untuk hidup mandiri. Sehingga harus memutuskan pekerjaan apa yang harus dilakukan dalam usia mudanya waktu itu.
"Karena ada orang yang dibayar Rp100 ribu dalam sebulan merasa cukup, tapi ada juga yang dibayar satu juta rupiah sebulan baru merasa cukup. Saat itu kebetulan Astra yang membuka lowongan marketing, sehingga saya lebih memilih pekerjaan itu. Sedangkan bekerja di bidang administrasi akan sulit mendapatkan nilai yang kita inginkan,” ungkapnya.
Namun, kata dia, yang lebih penting seseorang yang akan terjun ke dalam dunia bisnis harus menguasai marketing.
'Yang paling utama adalah siapkan mental yang bagus. Mengingat, banyak tantangan dalam dunia marketing,” terangnya.
Menjawab pertanyaan Talita Nabila Syahda, mahasiswa IIB Darmajaya tentang ukuran sukses seorang marketer, Suriyawano menjelaskan hal itu relatif, bergantung masing-masing individu.
"Kalau saya selalu ingin mendapatkan sesuatu yang lebih besar, dan saya akan meraih lebih dari posisi saat ini,” ucapnya.(*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
