Dulu Sempat Ramai, Pusat Batu Akik di PKOR Wayhalim Kini Disulap Jadi Pasar UMKM
Tampan Fernando
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung
— Di tahun 2015 lalu sempat terjadi demam batu akik atau gamestone di berbagai daerah, termasuk di Lampung.
Untuk memfasilitasi usaha batu akik yang tengah naik daun, Pemprov Lampung membangun pusat kios batu akik di area PKOR Wayhalim Bandarlampung.
Total ada sebanyak 50 kios batu akik yang dibangun dari dana bantuan Kementerian Koperasi dan UMKM senilai Rp400 juta lebih.
Peresmiannya pusat batu akik ini dihadiri Wakil Gubernur Lampung saat itu, Bachtiar Basri.
Bachtiar menyatakan puluhan kios di PKOR Wayhalim ini akan menjadi pusat jual beli batu akik terbesar di Lampung.
Ia pun berharap para pengrajin batu akik bisa memanfaatkan lapak ini dengan baik dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan Masyarakat.
Namun sayang. Perlahan tapi pasti demam batu akik di Lampung mulai redup. Kios batu akik di PKOR pun semakin sepi.
Lantaran sepi pengunjung, satu per satu pedagang batu akik di lokasi ini memilih hengkang.
Kondisinya semakin parah saat pandemi covid-19 di awal tahun 2020. Saat itu pertumbuhan ekonomi sedang terpuruk dan berdampak di berbagai sektor, termasuk UMKM.
Puluhan kios batu akik itu pun kosong tak terawat, dan terbengkalai. Akhirnya Pemprov Lampung membongkar sisa-sisa kios itu dan mendirikan bangunan baru.
Pasar UMKM
pusat batu akik
PKOR Way Halim
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
