Bawang Putih dan Suhu Tinggi 'Mujarab' Usir COVID-19, Benarkah?
Nailin In Saroh
Jakarta
RILISID, Jakarta — Sejumlah upaya menangkal virus corona jenis baru atau COVID-19 telah banyak dilakukan masyarakat Indonesia dengan meminum ramuan. Mulai yang tradisional seperti empon-empon hingga vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
Jika beberapa saran pengobatan virus SARS-CoV-2 berasal dari ilmuwan luar negeri, pengobatan satu ini dinyatakan oleh dokter dari dalam negeri.
Dokter Zaidul Akbar yang kerap membagikan resep sehat menggunakan rempah-rempah ini menyebutkan bahwa bawang putih dapat menangkal virus. Caranya, bumbu dapur ini direbus dan diminum.
“Ini bawang putih yang besar ambil 8 biji, dikupas kulitnya ditaruh mangkok di tuang 7 gelas air mendidih selama 3 menit setelah itu di minum langsung 2 gelas,” tulis dr Zaidul Akbar di akun Instagram pribadinya.
Meski belum terbukti dapat menangkal virus COVID-19, namun bawang putih memang memiliki segudang manfaat.
Seperti sebuah penelitian yang dipublikasikan di Journal of Antimicrobial Chemotherapy yang menyebutkan, bawang putih dapat mengurangi risiko keracunan bakteri Campylobacter.
Serangkaian tes yang telah dilakukan menemukan, senyawa dialil sulfida yang terdapat pada bawang putih mampu melindungi makanan dari zat berbahaya yang dihantarkan serangga. Bahkan para peneliti menilai bawang putih memiliki zat aktif yang mutunya 100 kali lebih baik dibandingan dua golongan obat antibiotik ternama, eritromisin dan ciprofloxacin, dalam memerangi racun makanan.
Sementara bukan dari ramuan, virus COVID-19 yang menyebar melalui udara itu bisa musnah jika mendapat suhu panas.
Direktur Laboratorium Kunci Negara untuk Diagnosis dan Perawatan Penyakit Menular Cina, Li Lanjuan menyebutkan bahwa suhu tinggi dapat membunuh virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.
Pakar penanganan virus corona itu mengklaim telah mempelajari virus Wuhan dengan Zhong Nanshan, ilmuwan pertama yang menemukan sindrom pernapasan akut yang parah (SARS) yang menguasai dunia pada tahun 2002.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
