Agar Aktivitas Tetap Lancar, Ini Tips Mengatur Kebutuhan Gizi Selama Berpuasa
Dwi Des Saputra
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Kebutuhan gizi selama bulan Ramadan sama juga dengan kebutuhan di luar bulan tersebut. Kebutuhan gizi tetap harus diperhatikan selama menjalankan ibadah puasa.
Prinsipnya, kebutuhan gizi tetap sama yakni jumlah kalori dan komposisinya. Gizi seimbang terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, serat dan cairan yang bisa didapat dari sayuran dan buah.
Menurut dokter spesialis gizi klinis, dr. Tutik Ernawati, MGizi, SpGk, kebutuhan gizi seimbang harus juga diperhatikan selama menjalani ibadah puasa. Ia menyarankan untuk berhati-hati dalam beraktifitas.
“Kalau yang terbiasa berolahraga pagi hari, maka harus diganti di sore hari mendekati waktu berbuka. Agar tidak kekurangan cairan dan dehidrasi. Selain itu kurangi aktifitas berlebih yang mengeluarkan banyak keringat,” ungkap dr. Tutik saat dikonfirmasi RilisLampung, Sabtu (17/4/2021).
Kemudian saat sahur, pilihlah makanan dengan lauk dari hewani dengan komposisi gizi seimbang. Lauk hewani memiliki kualitas lebih baik dan nutrisinya lebih lengkap.
“Ada nasi, sayur, dan lauk. Utamakan lauknya dari hewani agar lebih lama kenyangnya dan kita tidak mudah lapar,” sarannya lagi.
Sementara untuk yang mempunyai gangguan lambung, Tutik menyarankan untuk mengurangi asupan sayuran dari daun-daun yang mengandung gas. Seimbangi juga dengan asupan sayuran seperti wortel, labu siam, dll.
Asupan makanan yang merangsang rasa haus juga harus dibatasi. Jangan memakan makanan yang memiliki unsur tinggi garam, karena hal itu akan membuat kita mudah haus.
“Hati-hati juga untuk peminum kopi dan teh. Perbanyak minum air putih setelahnya. Kalau bisa hindari saat sahur. Karena teh dan kopi mempermudah proses buang air kecil,” kata dia.
Saat berbuka puasa, upayakan mengganti energi yang terbuang selama beraktifitas dengan makan dan minum sumber gula. Berbuka puasa dengan kandungan gula akan cepat mengubahnya menjadi energi, sehingga kita akan kembali pulih dan tidak pucat setelah berbuka.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
