PSI Lampung Gandeng Relawan Jokowi Sukseskan Kunjungan Presiden ke-7 RI
lampung@rilis.id
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Lampung menggelar silaturahmi bersama berbagai organisasi relawan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) se-Lampung di Swiss-Belhotel Lampung, Senin (8/6) malam.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus PSI Lampung dan ratusan perwakilan relawan Jokowi. Pertemuan itu menjadi bagian dari konsolidasi untuk menyambut rencana kunjungan Jokowi ke Lampung pada akhir Juni 2026.
Ketua DPP PSI Benny Kisworo mengapresiasi kekompakan dan soliditas relawan Jokowi di Lampung yang dinilainya tetap terjaga hingga saat ini.
“Semangat, kekompakan, dan soliditas relawan Jokowi di Lampung sangat luar biasa. Malam ini berbagai elemen relawan hadir dalam semangat yang sama, yaitu menjaga persaudaraan dan menyukseskan agenda bersama,” ujar Benny.
Menurut pria yang akrab disapa Benkis itu, kekuatan relawan selama ini menjadi salah satu faktor penting dalam mengawal berbagai gagasan yang diperjuangkan Jokowi.
“Modal sosial seperti ini perlu terus dijaga dan dirawat agar tetap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPW PSI Lampung Achmad Ridho Julian optimistis kunjungan Jokowi ke Lampung akan berlangsung sukses berkat sinergi yang terjalin antara PSI dan organisasi relawan.
“Semangat yang ditunjukkan relawan malam ini membuktikan koordinasi dan sinergi antara PSI dan relawan Jokowi berjalan sangat baik,” ujar Ridho.
Dia menegaskan PSI Lampung siap berkolaborasi dengan seluruh elemen relawan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan kunjungan Jokowi berjalan lancar.
“Kami ingin menjadikan kunjungan Pak Jokowi sebagai momentum mempererat silaturahmi dan kebersamaan. Karena itu, kolaborasi dengan seluruh organisasi relawan akan terus diperkuat dalam berbagai persiapan yang sedang dilakukan,” pungkasnya. (*)
PSI Lampung
Relawan Jokowi
Kunjungan Jokowi
Presiden ke-7 RI
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
