Mirza-Jihan Pastikan Pembangunan di Lampung Tidak Melupakan Budaya
Sulaiman
Bandarlampung
"Nii bukan hanya soal mempertahankan tradisi, tetapi juga membangun masa depan yang berkeadilan dan beradab," tambahnya.
Mirza juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi Lampung, seperti ketimpangan ekonomi di pedesaan, kurangnya optimalisasi hasil bumi, dan akses pendidikan yang masih terbatas.
Menurutnya, membangun Lampung yang sejahtera tidak bisa dilepaskan dari persatuan yang kuat dan identitas budaya yang kokoh.
Dalam pidatonya, Jihan juga menekankan bahwa budaya bukan hanya tentang tradisi, tetapi juga alat untuk memperkuat persatuan dan mendorong pembangunan berkelanjutan.
Budaya adalah modal sosial yang harus dikembangkan untuk memperkuat kehidupan sosial dan ekonomi.
"Dengan budaya, kita bisa menjaga keharmonisan, memperkuat persatuan, dan membangun masa depan yang lebih baik,” jelasnya.
Jihan juga mengapresiasi komunitas Bela Budaya Nusantara yang telah menunjukkan kepedulian tinggi terhadap pelestarian tradisi dan budaya Lampung.
Menurutnya, dukungan komunitas ini membuktikan bahwa budaya tetap menjadi bagian penting dari pembangunan di era modern.
Di akhir pidatonya, Jihan mengajak seluruh pihak, mulai dari tokoh masyarakat, komunitas budaya, hingga pemerintah, untuk bersatu membangun Lampung yang lebih maju dan berbudaya.
"Mari kita bergotong royong menjaga budaya dan tradisi sebagai kekuatan membangun masa depan Lampung. Dengan identitas yang kuat, kita akan siap menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri," tegasnya. (*)
Mirza-Jihan
Gubernur Terpilih
Budaya Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
