Dinilai Tak Sehat! Anggota DPRD Desak Pemkab Hentikan Suntikan Dana ke BUMD Lampung Selatan Maju
Ahmad Kurdy
Lampung Selatan
RILISID, Lampung Selatan — Keberadaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Lampung Selatan Maju, menjadi sorotan tajam jajaran Pemerintah Daerah dan DPRD setempat.
Perusahaan yang didirikan untuk menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) ini dinilai tidak sehat, karena gagal memberi kontribusi nyata, meskipun sudah menelan suntikan dana miliaran rupiah dari kas daerah.
Menanggapi kondisi tersebut, Anggota Komisi II DPRD Lampung Selatan dari Fraksi PAN, Widodo, menegaskan perlunya langkah tegas.
Menurutnya, sudah saatnya pendanaan BUMD dihentikan sementara hingga perusahaan benar-benar sehat.
“Harapan kami BUMD ini bisa menambah PAD. Tapi kalau tidak sehat, sudah seharusnya ada tindakan dari dinas terkait untuk membenahi. Kalau terus disupport tapi tidak beri untung, itu percuma. Hentikan dulu pendanaannya, sehatkan dulu perusahaannya,” tegas Widodo, Senin (16/6/2025).
Widodo menyebut, pemberian modal tanpa evaluasi hanya akan membuang-buang anggaran daerah.
Oleh karena itu, sebelum dana Rp1 miliar direalisasikan, pemerintah wajib melakukan kajian mendalam terhadap kondisi perusahaan.
“Perlu ada evaluasi dulu, apakah betul-betul sehat atau tidak. Kalau tidak sehat, didanai seberapapun ya habis lagi, habis lagi,” ujarnya.
DPRD melalui Komisi II, lanjut Widodo, akan segera melakukan koordinasi internal dan memanggil pihak BUMD untuk dimintai klarifikasi.
“Kami akan koordinasi dengan Ketua Komisi untuk memanggil manajemen BUMD. Kita ingin semua BUMD di Lampung Selatan ini sehat demi kemajuan daerah dan peningkatan PAD,” pungkas Widodo.
Lampung Selatan
BUMD Lamsel
DPRD
Lampung Selatan
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
