Warning! Konflik Pilkada Pecah, Polisi Siap Lepas Peluru

Muhammad Iqbal

Muhammad Iqbal

9 Februari 2018 22:35 WIB
Elektoral | Rilis ID
Personel Polresta Bandarlampung melakukan simulasi terjadinya unjuk rasa saat konflik pilkada, Jumat (9/2/2018). FOTO: Humas Polresta Bandarlampung
Rilis ID
Personel Polresta Bandarlampung melakukan simulasi terjadinya unjuk rasa saat konflik pilkada, Jumat (9/2/2018). FOTO: Humas Polresta Bandarlampung

RILISID, — BANDARLAMPUNG - Penetapan nomor urut pasangan calon gubernur-wakil gubernur di kantor KPU Lampung pada Senin (12/2/2018) nanti, menjadi salah satu potensi konflik. Jajaran Polresta Bandarlampung karenanya menerjunkan 350 personel sebagai antisipasi.

Kapolresta Bandarlampung Kombes Murbani Budi Pitono mengatakan, potensi konflik dapat berbentuk unjuk rasa atau kerusuhan. Pihaknya telah menyiapkan gas air mata, water canon, peluru karet dan hampa.

”Bahkan jika kerusuhan tidak bisa ditoleransi lagi, personel bakal menggunakan peluru tajam. Tapi kita utamakan dulu tindakan pencegahan,” tandasnya kepada rilis.id, Jumat (9/2/2018).

Personel yang diturunkan berasal dari Satlantas, Satsabhara, Satreskrim, Satbinmas, hingga Satintel. Polda Lampung ikut mem-backup. ”Personel juga diberikan peralatan pasif bersifat mencegah dan mengamankan, seperti tongkat dan tameng," imbuhnya.

Setiap ada kegiatan yang melibatkan massa, menurut dia, saat itulah potensi konflik kemungkinan besar terjadi. Terlebih jika aktivitas dilakukan di tempat keramaian. ”Seperti saat kampanye, kita akan ’pertebal’ personel,” tandasnya.

Terpisah, Kasatreskrim Polresta Kompol Harto Agung mengatakan pihaknya siap melakukan pengamanan terbuka dan tertutup pada saat tertentu. Semisal, jika ada unjuk rasa terkait pilkada. ”Terbuka itu personel berseragam lengkap. Sebaliknya tertutup berpakaian biasa,” singkatnya. (*)

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Gueade
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya