Usung Lima Petahana, PDIP Disebut Main Aman di Pilkada Serentak Lampung

Wirahadikusumah

Wirahadikusumah

Bandarlampung

12 Agustus 2020 15:00 WIB
Elektoral | Rilis ID
ILUSTRASI: RILISLAMPUNG.ID/Kalbi Rikardo
Rilis ID
ILUSTRASI: RILISLAMPUNG.ID/Kalbi Rikardo

RILISID, Bandarlampung — Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan akhirnya mengumumkan seluruh pasangan calon (Paslon) yang diusung dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 di seluruh Indonesia. Termasuk Lampung di antaranya.

Sebelumnya di Lampung, PDI Perjuangan sudah mengumumkan rekomendasi pada empat dari delapan kabupaten/kota yang menggelar pilkada.

Masing-masing untuk Anna Morinda-Fritz di Kota Metro, Nanang Ermanto-Pandu Kesuma Dewangsa (Lampung Selatan), Loekman Djoyoesoemarto-M. Ilyas (Lampung Tengah), dan Pieter-Fahrurrazi (Pesisir Barat).

Sementara pada Selasa pagi (11/8/2020), PDI Perjuangan kembali mengumumkan secara virtual untuk empat daerah lainnnya. Yakni Kota Bandarlampung, Pesawaran, Waykanan, dan Lampung Timur.

Untuk Kota Bandarlampung diserahkan kepada Eva Dwiana-Dedi Amarullah. Kemudian Kabupaten Pesawaran diberikan kepada Dendi Ramadhona-Marzuki. Lalu Kabupaten Waykanan kepada Raden Adipati Surya-Edward Anthony (Waykanan). Dan Lampung Timur untuk pasangan calon Zaiful Bokhari-Sudibyo.

Dari delapan paslon yang diusung PDI Perjuangan itu, lima di antaranya adalah petahana. Yakni Pesawaran, Waykanan, Lampung Tengah, Lampung Timur, dan Lampung Selatan. Sementara, di Bandarlampung juga mengusung paslon dari ”dinasti” petahana. Sedangkan di Metro dan Pesisir Barat, mengusung kadernya sendiri.

Terkait rekomendasi PDI Perjuangan ini, pengamat politik asal Universitas Lampung Budi Kurniawan menilai partai berlambang banteng moncong putih ini bermain aman dalam pilada serentak 2020 di Lampung.

Itu terlihat dari rekomendasi yang diberikan PDI Perjuangan yang didominasi diberikan kepada petahana.

Budkur-sapaan akrab Budi Kurniawan- menilai hal tersebut lumrah terjadi. Sebab, sebagai parpol, PDI Perjuangan tentunya memiliki kalkulasi untuk memilih yang paling menguntungkan bagi partainya.

”Ketika PDI Perjuangan mencalonkan petahana, berarti kalkulasinya ingin menang. Sebab, petahana itu pasti lebih dikenal. Walaupun secara elektabilitas belum tentu, tetapi pastinya sudah memiliki popularitas,” ujarnya kepada Rilislampung.id melalui sambungan telepon, Selasa (11/8/2020).

Menampilkan halaman 1 dari 4
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya