Terungkap, Begini Cara Timses Arinal-Nunik Bagikan Uang 

Sukma Alam

Sukma Alam

Bandarlampung

11 Juli 2018 11:31 WIB
Elektoral | Rilis ID
Jalannya sidang pemeriksaan dugaan pelanggaran administrasi Pilgub Lampung di Kantor Gakkumdu Lampung, Selasa (10/7/2018). FOTO: TAUFIK ROHMAN/RILISLAMPUNG.ID
Rilis ID
Jalannya sidang pemeriksaan dugaan pelanggaran administrasi Pilgub Lampung di Kantor Gakkumdu Lampung, Selasa (10/7/2018). FOTO: TAUFIK ROHMAN/RILISLAMPUNG.ID

Sidang pun tiba-tiba diskor lima menit. Sementara majelis terlihat mendiskusikan soal permintaan antara kuasa hukum paslon  satu dan tiga.

Setelah lima menit berlalu, skor sidang pun dibuka kembali. Ketiga saksi kades lainnya kembali dihadirkan. Giliran saksi Suadi. Dia menjelaskan bahwa benar pada Kamis (17/5/2018) dia ikut dalam pertemuan di Negeri Baru Resort Kalianda. 

”Karena yang ngundang rekan kades,  jadi saya ikut hadir juga,” terangnya. 

Di awal tahun 2018 lalu, sambung Suadi, ia pernah diundang Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo. Tapi bukan persoalan politik, tapi berdiskusi tentan program gerbang desa. 

”Faktanya memang benar, Paulus dan beberapa rekannya bagi-bagi uang di situ. Bahkan ia berjanji kalau dapat 60 sampai 70 persen, kami dijanjikan ambulans. Tapi Alhamdulillah saya gak ikutan,  karena saya gak mau. Saya harus netral.  Kita saat itu ada ajakan untuk menangkan Nunik Arinal itu,” kata Suadi. 

Saksi berikutnya Mukhlis. ”Kami diundang oleh kawan-kawan kades Bulok saat di Negeri Baru Resort itu ada Kholil dari PKB. Lalu Mastur dari Apdesi,  Syaiful Azzumar pengurus Golkar,  ada juga PNS namanya Romli,” ucap kata Mukhlis. 

Didalam pertemuan itu, lanjut Mukhlis,  sudah dibentuk struktur tim pemenangan setiap desa. ”Kami ditawarkan untuk membentuk lagi,  satu orang 15 orang,  kemudian dari 15 orang ini disuruh cari lagi 20 orang,” kata dia. 

Ia mengaku sebelumnya Herman HN juga sempat mengundang, dalam rangka silaturahmi. 

”Pak Herman pada saat itu mengaku sebagai cagub.  Dari pertemuan itu kami diberi uang transportasi. Kami dapat uang transport sekitar Rp700-Rp900 ribu,” jelasnya. 
Dia juga mengaku,  bahwa pernah juga dikumpulkan di Sidodadi oleh tim Mustafa. 

”Bahasa mereka (timses Mustafa)  kita jangan takut  jangan ragu  jangan lemah  walaupun Mustafa sedang dalam perkara di Jakarta. Nah saat pulang kita dapat uang transportasi Rp700 ribu,” akunya 

Menampilkan halaman 2 dari 3

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya