Survei LIPI Ungkapkan Kandidat Potensial Penantang Jokowi Selain Prabowo

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

19 Juli 2018 15:30 WIB
Elektoral | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILISID, Jakarta — Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) merilis hasil survei yang dilakukan pada 26 April-9 Mei 2018 di seluruh provinsi. Dalam survei terhadap 2.100 responden itu, mengungkapkan kandidat calon presiden potensial penantang Joko Widodo, selain Prabowo Subianto.

Peneliti LIPI Wawan Ichwanuddin dalam pemaparan survei bertajuk "Partisipasi Politik, Kepemimpinan Nasional, dan Masa Depan Demokrasi" menyebutkan ada berbagai simulasi dalam survei tersebut.

Misalnya, dengan pertanyaan tertutup apabila Pilpres 2019 diikuti tiga nama, elektabilitas Jokowi sebesar 57,4 persen, Prabowo Subianto 25,8 persen, dan Gatot Nurmantyo 4,9 persen.

Pilpres 2019 diikuti lima nama, misalnya, elektabilitas Jokowi sebesar 55 persen, Prabowo Subianto 22,9 persen, Gatot Nurmantyo 4,3 persen, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 3,1 persen, dan Anies Baswedan 3,2 persen.

Sementara itu, pilihan capres dengan pertanyaan terbuka, Jokowi memperoleh 45 persen, Prabowo Subianto 17 persen, dan Gatot Nurmantyo 1 persen.

Peneliti senior LIPI Syamsuddin Haris mengatakan elektabilitas Jokowi dalam berbagai simulasi tersebut menunjukkan bila mantan Wali Kota Surakarta itu belum aman menghadapi Pilpres 2019. Terlebih, bila Pilpres diikuti tiga pasangan calon.

"Kalau kontestasi Pilpres diikuti tiga pasangan calon, tingkat elektabilitas Jokowi sebesar 58 persen tersebut belum aman karena ada kemungkinan dukungan terpecah," ujarnya,  di Jakarta, Kamis (19/7/2018).

Metodologi survei sendiri menggunakan "multistage random sampling" dengan "margin of error 2,14 persen.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya