Suara Kelompok Islam Diprediksi Akan Pecah di Pilpres 2019
Zulhamdi Yahmin
Jakarta
RILISID, Jakarta — Peneliti muda di Pusat Studi Politik dan Keamanan Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung Nanang Suryana mengatakan, suara dari kelompok Islam akan menjadi rebutan bagi semua pasangan calon di Pilpres 2019.
Dia memprediksi, kelompok Islam tak akan solid mendukung satu pasangan paslon tertentu di kontestasi tersebut.
"Perebutan suara kelompok Islam akan menjadi menarik di 2019," kata Nanang kepada rilis.id, Senin (9/7/2018).
Nanang menilai, masuknya sejumlah tokoh yang identik dengan kelompok Islam ke paslon tertentu juga mempengaruhi pecahnya suara dari kelompok tersebut.
Dia mencontohkan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB) yang memutuskan dukungannya kepada Presiden Joko Widodo.
"Terpecahnya suara kelompok Islam tentu menjadi catatan penting terkait dengan kemampuan mengkapitalisasinya secara elektoral," ujar Nanang.
Nanang menambahkan, TGB memiliki basis massa yang jelas dari kelompok Islam. Hal itu, menurutnya, menambah kekuatan yang signifikan bagi Jokowi untuk memenangkan Pilpres 2019 mendatang.
"Jadi petahana masih diunggulkan. Apalagi, TGB ini bagian dari representasi kelompok Islam," tandasnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
