Sentil Demokrat, Prabowo: Gerindra-PKS-PAN Koalisi De Facto
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Bakal calon presiden Prabowo Subianto menegaskan, untuk membangun sebuah koalisi bukan hal yang mudah. Pasalnya, hal itu membutuhkan waktu lama dan banyak pihak yang harus dipertemukan.
"Dari awal saya telah katakan bahwa Gerindra, PKS dan PAN telah membentuk suatu koalisi de facto. Koalisi de facto tidak hanya baru kemarin, dua hari atau lima hari, tapi bermula sejak Pilkada Jakarta," kata Prabowo saat pidato politik pertamanya didapuk sebagai calon presiden dari Gerindra, PKS dan PAN, (10/8/2018) malam.
Karena itulah, dirinya terus berupaya menjalin kepercayaan, menjalin kerjsama yang erat. Walaupun, lanjutnya, dirinya tetap berusaha menjalin komunikasi dengan semua pihak.
"Saya ketemu Puan, saya ketemu SBY. Saya berusaha membangun suatu koalisi yang besar untuk memberi solusi untuk kesulitan-kesulitan rakyat dan bangsa Indonesia," ujar Prabowo.
Katanya, koalisi yang dibentuk adalah untuk mencari solusi, jalan keluar, suatu penyelesaian terhadap masalah-masalah mendasar bangsa Indonesia.
"Yaitu mengalirnya kekayaan nasional ke luar, yaitu proses kesejahteraan rakyat oleh suatu keadaan yang sistemik, yang tidak mendorong pemerataan kekayaan," ujar Prabowo.
Prabowo diduetkan dengan Sandiaga Uno sebagai capres cawapres dari Gerindra, PKS dan PAN. Sementara deklarasi pasangan tersebut minus Partai Demokrat.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
