SBY: Pilkada Banyak Gosip, Kami Langsung Klarifikasi
Anonymous
RILISID, — RILIS.ID, Jakarta— Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), tak menepis banyaknya potensi kriminalisasi terhadap calon Kepala Daerah yang diusungan partainya pada pilkada 2018.
Karena itu, ia menegaskan bila ada upaya kriminalisasi tersebut maka partainya langsung memberikan klarifikasi.
"Kalau ada tuntutan hukum si calon A dan calon B kami lakukan klarifikasi. Biasanya kalau sudah musim pilkada banyak gosip masalah hukum termasuk beberapa hari lalu Partai Demokrat keluarkan statement demi keadilan," kata SBY dalam konfrensi pers di Wisma Proklamasi, Jakarta, Minggu (7/1) kemarin.
Pernyataan tersebut disampaikan SBY mengingat adanya dugaan upaya kriminalisasi kepada calon Gubernur Kalimantan Timur, Syaharie Jaang beberapa waktu silam. Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Amir Syamsuddin menyampaikan, kejadian tersebut bukan menjadi penghalang bagi Syaharie untuk maju dalam Pilgub Kaltim.
Tak hanya itu saja, Amir menegaskan saat ini pihaknya berpegangan dengan surat edaran Kapolri Badrodin Haiti saat itu dimana dalam aturan itu menyatakan pengusutan kasus terhadap calon kepala daerah harus menunggu proses pilkada selesai.
"Kita lihat sendiri bahwa kapolri telah berikan imbauan dan saya kira masih ada produk polisi yang saya kira sangat layak dijadikan pegangan yaitu surat edaran nomor 7/2014 dari pak Badrodin Haiti
Itu edaran produk polisi yang sangat progresif karena berkeadilan bermanfaat," tegasnya.
Sebelumnya, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Timur Inspektur Jenderal, Safaruddin, membantah telah melakukan kriminalisasi kepada Syaharie Jaang dengan memeriksa Syaharie sebagai saksi di kasus dugaan pemerasan dan pencucian uang dalam izin pengelolaan lahan parkir di Pelabuhan Terminal Peti Kemas, Palaran, Samarinda, Kalimantan Timur.
Ia mengatakan, pemanggilannya merupakan penyelidikan baru atas fakta persidangan tersangka sebelumnya.
"Ini kasus lama, masalah saber pungli (sapu bersih pungutan liar). Ini baru selesai sidang, fakta-fakta persidangan itu dijadikan bahan untuk dilakukan penyelidikan," kata Safaruddin di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (4/1) kemarin.
Safaruddin pun membantah tuduhan Demokrat yang menyebut dirinya pernah memaksa agar menjadi pendamping Syaharie sebagai bakal calon wakil gubernur di Pilkada Kalimantan Timur 2018.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
