Prabowo Dinilai Cuma Menang Jargon, Tapi Minim Prestasi
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding menilai, pasangan calon nomor urut 02 sampai sekarang belum menunjukkan kinerja nyata yang kiranya dapat mensejahterakan rakyat.
"Dengan segala hormat saya pada Pak Prabowo, saya melihat beliau belum kerja apa-apa untuk kesejahteraan rakyat Indonesia," kata Karding melansir dari Antara di Posko Cemara, belum lama ini.
Ia mengatakan hal ini menanggapi pernyataan capres Prabowo Subianto yang menyebut Indonesia saat ini menjalani ekonomi kebodohan.
Menurutnya, Prabowo cuma menyuarakan jargon dan slogan-slogan yang besar. Tapi terkait prestasi serta gagasannya, sama sekali tak terlihat untuk rakyat.
Anggota Komisi III DPR RI ini meminta Prabowo tidak melupakan sejarah Indonesia pada era Orde Baru yang dipimpin Presiden Soeharto.
Pada era Orde Baru, kata dia, justru pemerintahan melanggengkan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) dan dinikmati oleh kroni-kroni keluarga penguasa waktu itu.
"Di mana di era itu Pak Prabowo pernah menjadi menantu Presiden Soeharto," katanya.
Sebelumnya, Prabowo menyebut bahwa Indonesia tengah mempraktikkan sistem ekonomi kebodohan.
"Ini menurut saya, bukan ekonomi neo-liberal lagi. Ini lebih parah dari neolib. Harus ada istilah, ini menurut saya ekonomi kebodohan. 'The economics of stupidity'. Ini yang terjadi," ujar Prabowo.
Sebelumnya, peneliti dari lembaga Saiful Mujani Research & Countsulting (SMRC), Saidiman Ahmad menilai, rasionalitas publik akan diuji dalam Pilpres 2019 mendatang.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
