Pengamat: Upaya Jual Popularitas Jokowi Tak Naikkan Elektabilitas Partai NasDem

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

21 Juli 2018 08:00 WIB
Elektoral | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILISID, Jakarta — Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Jakarta, Ujang Komarudin menilai, rendahnya elektabilitas Partai Nasional Demokrat (NasDem) yang hanya 2,1 persen menunjukkan partai tersebut tidak terbawa popularitas Presiden RI, Joko Widodo.

"Padahal, Partai Nasdem cukup gencar memasang reklame yang berupaya mengidentikkan partai dengan Jokowi," kata Ujang Komarudin, di Jakarta, Sabtu (21/7/2018).

Komentar Ujang ini menanggapi hasil survei Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), terkait elektabilitas 15 partai politik peserta pemilu 2019.

Menurut Ujang Komaruddin, upaya Partai NasDem meningkatkan elektabilitasnya dengan "menjual" popularitas Joko Widodo ternyata tidak memberikan pengaruh apa-apa.

"Jokowi sudah terlanjur identik dengan PDI Perjuangan. Jadi ruang NasDem untuk mengidentifikasi diri dengan Jokowi menjadi sulit. Karena itu, tidak ada linieritas antara kampanye Partai NasDem untuk Jokowi terhadap elektabilitas Nasdem," katanya.

Sebaliknya, Ujang menilai, PDI Perjuangan selaras dengan Joko Widodo yang sama-sama memperjuangkan aspirasi rakyat kecil. 

"Jokowi juga sering blusukan mendekati wong cilik, sedangkan NasDem masih terlihat elitis dan tidak identik dengan Jokowi," tuturnya.

Menurut Ujang, NasDem menyadari strateginya melalui iklan, misalnya baliho "Jokowi Presidenku Nasdem Partaiku", tidak berpengaruh terhadap elektabiltas partai.

Kemudian, Partai NasDem melakukan strategi lain, yakni merekrut para artis dan membajak kader partai lain yang sudah berada di Senayan.

"Ini menjadi salah satu cara efektif untuk menaikkan elektabilitas partai adalah dengan cara merekrut artis sebagai caleg serta politisi yang sudah populer. Hal itu menjadi wajar karena NasDem harus lolos lagi ke Senayan," jelasnya.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya