Pengamat: Upaya Jual Popularitas Jokowi Tak Naikkan Elektabilitas Partai NasDem
Anonymous
Jakarta
Ujang menilai, perpindahan politisi ke partai lain itu hal biasa, sehingga banyak artis yang direkrut menjadi caleg dan politisi partai lain ditawari untuk pindah menjadi caleg.
"Hal itu dilakukan karena proses kaderisasi di partai politik tidak berjalan dengan baik. Di sisi lain, pesta demokrasi di Indonesia, seperti pilkada, pemilu legislatif dan pemilu presiden berbiaya mahal, maka yang dibutuhkan partai adalah figur yang populer dan banyak uang," katanya.
Sebelumnya, LIPI mengumumkan hasil surveinya di Jakarta, Kamis (19/7/2018), terkait elektabilitas 15 partai politik peserta pemilu 2019.
Peneliti senior Pusat Penelitian Politik (P2P) LIPI, Wawan Ichwanuddin, menjelaskan, survei dilakukan pada 19 April hingga 5 Mei 2018 dengan melibatkan sebanyak 2.100 responden di seluruh Indonesia.
Margin of error (MoE) survei plus-minus 2,14 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
Hasil survei; 1. PDI Perjuangan 24,1 persen, 2. Golkar 10,2 persen, 3. Partai Gerindra 9,1 persen, 4. PKB 6 persen, 5. PPP 4,9 persen, 6. Partai Demokrat 4,4 persen, 7. PKS 3,7 persen, 8. Perindo 2,6 persen, 9. PAN 2,3 persen, 10. NasDem 2,1 persen, 11. Hanura 1,2 persen, 12. PBB 0,7 persen, 13. Partai Garuda 0,2 persen, 14. PSI 0,2 persen, 15. Partai Berkarya 0,2 persen.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
