Pengamat: Prabowo-AHY Kombinasi yang Kurang 'Menjual'

Zulhamdi Yahmin

Zulhamdi Yahmin

Jakarta

5 Agustus 2018 23:55 WIB
Elektoral | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILISID, Jakarta — Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, menilai, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto akan kesulitan menghadapi Joko Widodo di Pilpres 2019 bila berpasangan dengan Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Pasangan Prabowo-AHY, kata Pangi, kurang tepat lantaran memiliki basis massa yang sama dan belum pasti mendapatkan dukungan dari ulama.

"Prabowo-AHY kombinasi yang kurang  menjual dan kurang tepat, karena sama-sama militer, sama-sama nasionalis, ceruk segmen Prabowo-AHY juga sama irisannya," kata Pangi melalui siaran persnya kepada rilis.id, Minggu (5/8/2018).

Pangi menilai, hasil ijtimak ulama menjadi penting untuk dipertimbangkan Prabowo dalam memilih pasangannya sebagai cawapres. Sementara AHY, menurutnya, belum bisa mewakili lantaran tidak masuk dalam ijtimak ulama tersebut. 

"AHY masih sulit mengambil suara ulama. Representasi Ulama faktor determinan menentukan yang enggak bisa dipandang remeh dalam kemenangan, di saat menguatnya sentimen popolisme Islam seperti sekarang," ujarnya. 

Menurut Pangi, pasangan ideal bagi Prabowo adalah tokoh religius yang bisa mewakili keinginan ulama. Sehingga, menurutnya, kombinasi nasionalis yang dimiliki Prabowo akan sangat tepat bila didampingi oleh tokoh religius, salah satunya Ketua Dewan Syuro PKS, Salim Segaf Aljufri.

"Kombinasi nasionalis-religius sepertinya akan menghiasi persaingan dan kompetisi dalam pilpres 2019 mendatang," tandasnya.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya