Pengamat: Kebohongan Ratna Sarumpaet Bukanlah Konspirasi
Anonymous
Jakarta
Masyarakat jangan lupa ada pihak yang menjanjikan menciptakan pertumbuhan ekonomi 7 persen. Namun, kata dia, kenyataannya hanya 5 persen.
"Lalu ada kabinet ramping, kenyataannya gemuk. Bilang tidak impor, nyatanya impor. Deretan kebohongan yang banyak ini tepatnya bisa mengangkat menjadi Bapak Kebohongan Nasional nanti terkait dengan janji-janji itu," ujarnya.
Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi mengatakan bahwa hoaks yang disebarkan Ratna Sarumpaet tidak boleh terulang lagi.
Oleh karena itu, menurut dia, sangat penting menjadikan momentum ini sebagai momen untuk lebih giat memerangi hoaks.
"Untuk mencegah peristiwa terulang dan untuk membangun budaya bermedia sosial yang positif, pada tanggal 3 Oktober 2018 PPP mengusulkan ditetapkan sebagai Hari Antihoaks Nasional," kata Baidowi.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
