Pengamat: Jokowi Pilih Ma'aruf Amin karena Takut Isu SARA 

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

10 Agustus 2018 12:59 WIB
Elektoral | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID

RILISID, Jakarta — KH Ma'ruf Amin terpilih sebagai calon wakil  presiden pendamping Joko Widodo (Jokowi) dinilai koalisinya takut tak meraup suara lantaran isu agama. 

Menurut Direktur Eksekutif Renaissance political research and studies (RePORT) Khikmawanto, Jokowi memiliki image jauh dari umat Islam terutama kalangan ulama. 

"Saya menangkap ada sedikit ketakutan sebenarnya dari Pak Jokowi dan teman koalisi, isu sentiman agama akan digunakan kembali untuk merong-rong kekuasaanya. Dengan menggandeng ulama isu tersebut sedikit cair tinggal seberapa kuat simpati masyarakat terutama kaum NU kepada Maruf Amin," katanya kepada rilis.id, Jakarta, Jumat (10/8/2018).

Ia memandang, kekuatan kaum NU bisa menjadi modal suara bagi koalisi petahana apabila Maruf Amin sebagai sentral kekuasaan berbasis agama memainkan perannya. Untuk itu ia berharap agar setidaknya Maruf bisa bekerjasama dengan Jokowi dalam menjalankan tugasnya sebagai calon wakil kepala negara.

"Jangan sampai Pak Jokowi berusaha untuk 'bedamai' dengan umat Islam hancur begitu saja karena efek Ma'ruf Amin tidak bekerja sesuai dengan yang diinginkan," paparnya.

Lebih jauh, Khikmawanto melihat persoalan yang perlu di perhatikan pada saat ini ialah Indonesia membutuhkan ekonom handal yang mampu meracik perekonomian negara secara maksimal.

Karena itu, ia memandang Prabowo Subianto menggandeng Sandiaga Uno sudah sedikit lebih tepat. Namun demikian, ia menilai dari tipikal masyarakat Indonesia maka terbuka kemungkinan masih banyak yang memilih Jokowi-Ma'ruf.

"Prabowo sedikit di untungkan dengan menggandeng wapres yang pemahaman ekonominya lebih baik dari Pak Maruf Amin. Tapi soal kapasitas tampil dengan gaya Indonesia banget Jokowi-Maruf Amin pilihannya," ungkapnya.

Ia menyebut masih ada waktu, kedua pihak bisa meracik strategi agar menang kontestasi. Ia berharap keduanya sebisa mungkin menghindari gesekan yang pernah terjadi.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Sukma Alam
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya