Pasca-pertemuan SBY-Prabowo, Inilah Lima Sikap Demokrat!

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

Bandarlampung

9 Agustus 2018 23:11 WIB
Politika | Rilis ID
Andi Arief. ILUSTRASI: RILIS.ID
Rilis ID
Andi Arief. ILUSTRASI: RILIS.ID

RILISID, Bandarlampung — Partai Demokrat (PD) mengeluarkan lima pernyataan sikap pasca-pertemuan antara Susilo Bambang Yudhoyono dengan Prabowo pukul 21.30 WIB, Kamis (9/8/2018). Intinya, menolak Sandiaga Uno sebagai calon wakil presiden (cawapres).

Adalah Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief, yang menyampaikan hasil pertemuan itu kepada rilislampung.id via WhatsApp.

Pertama, sikap PD sampai pukul 22.30 WIB ini adalah menolak pencawapresan Sandi Uno karena melanggar etik koalisi. Sebab, dia berasal dari Partai Gerindra, sama dengan capres Prabowo.

”Selain itu, kami belum menerima alasan Prabowo tidak menunjuk AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) karena PAN dan PKS menolak,” jelas Andi.

Kedua, PD menilai penolakan terhadap Sandi Uno bukan melanggar etika meski capreslah yang punya hak menentukan cawapres. 

Sikap PD sesuai dengan azas keadilan di mana Prabowo meng-entertaint penolakan PAN dan PKS terhadap kader Demokrat, AHY.

Ketiga, PD membuka dua opsi. Yakni kembali ke komitmen atau janji Prabowo yang meminta AHY cawapres karena elektabilitas tertinggi di semua lembaga survei.

Selanjutnya, mencari figur alternatif untuk dibicarakan bersama dengan pertimbangkan kemunkminan mengalahkan Jokowi-Ma'ruf Amien.

Keempat, PD pada Jumat pagi (10/8/2018) akan menyatakan sikap terhadap kelanjutan dalam koalisi ini karena menurut aturan tidak boleh netral.

”Kami berharap dalam dua atau tiga jam terakhir, Prabowo dan Demokrat ada kesepakatan. Jika tida, kami akan tempuh jalan berbeda,” tandas Andi.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Gueade
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya